INILAH.COM, Jakarta, PT Sarijaya Permana Sekuritas (SPS ) bakal tidak memiliki manajemen lagi. Secara perlahan karyawan sekuritas yang bermasalah tersebut hengkang dan berpindah ke tempat lain.
Demikian diungkapkan Direktur Perdagangan dan Pengaturan Aggotaan BEI, Wan Wei Yiong, Jakarta, Senin (10/8 ). "Mereka menolak talangan gaji dari BEI dan SRO, karena mereka mau pindah ke tempat lain. Salah satu komisarisnya pun tidak menerima gaji dari BEI," ujarnya.
Otoritas Bursa Efek Indonesia (BEI) akhirnya menghentikan niatnya untuk memberikan dana talangan ke sekuritas yang menggelapkan dana nasabah sebesar Rp 245 miliar setelah ditolak oleh para karyawan.
Yiong mengatakan, BEI belum mencabut Surat Persetujuan Anggota Bursa (SPAB). SPAB sekuritas ini belum dicabut karena masih harus menyelesaikan urusan rekening efek para nasabah. Sisa nasabah SPS pun hingga sekarang hanya 900 nasabah. Itu berarti harus diselesaikan dulu rekening efeknya.
Menanggapi pengajuan Komisaris Utama SPS ke Pengadilan Jakarta Selatan hari ini, Yiong mengatakan, bursa akan mengikuti semua proses dan akan menyerahkan semua proses ke Kapolri dan pengadilan. [hid]