INILAH.COM, Boston Dunia saat ini bekerja keras membebaskan diri dari jeratan resesi ekonomi global. Namun, ada indikasi siklus krisis ini akan datang lagi tahun 2012 mendatang. Benarkah?
Gelembung finansial ini telah berlangsung sejak lama. Selama ini, harga aset membubung tinggi hanya untuk jatuh kembali. Ini semua siklus yang familiar, bahkan membentuk pola yang sudah dipelajari oleh para ekonom sejak dulu, kata sejarawan ekonomi Universitas Harvard, Niall Ferguson, kepada Market Watch, Selasa (11/8).
Ia pun meyakini, resesi ekonomi berikutnya akan lebih besar dan mempunyai daya rusak yang lebih hebat dari krisis saat ini. Pergerakan pasar merupakan simbol pergeraan fisik manusia. Mereka bisa depresi, bahkan bisa menjadi lumpuh total, tukasnya.
Menurut Ferguson, krisis ini dipicu oleh bank-bank sentral yang bermasalah dengan kredit. Tanpa sebuah sistem kredit yang jelas, lanjutnya, gelembung finansial akan terus tercipta. Apalagi saat ini banyak negara yang mencari solusi krisis kredit dengan paket stimulus yang superbesar,tuturnya.[vin/E2]