INILAH.COM, Jakarta - Masalah yang menimpa Twitter tak kunjung usai. Setelah lumpuh pada pekan lalu, jejaring sosial yang sedang naik daun itu telah mendapat serangan baru. Twitter dinilai tak sesiap Facebook.
Pada Rabu pagi, Twitter kembali sulit diakses. Pengguna Twitter terus mengalami masalah secara sporadis, terutama jika menggunakan software pihak ketiga semacam TweetDeck untuk mengaksesnya.
Twitter memposting pemberitahuan, terus melakukan pembenahan dan juga melakukan update.
Alex Payne pengawas developer pihak ketiga Twitter mengeluarkan beberapa catatan di forum online mengenai detail serangan itu. Ia menyebut Twitter mengalami setidaknya dua serangan distributed denial-of-service. Serangan yang juga disebut DDOS itu merupakan serangan cyber di mana situs dibanjiri data palsu dari komputer yang dikontrol oleh hancker.
Sementara Facebook yang mendapat serangan serupa lebih siap. Barrett Lyon, pakar serangan denial-of-service mengatakan Twitter rawan serangan itu karena tergantung pada satu penyedia jaringan, serta persiapan internalnya buruk.
Serangan denial-of-service sudah lama muncul di internet. Bagi sebagian perusahaan yang menjalankan situs, upaya mengatasi serangan DDOS selalu masuk dalam rencana perusahaan itu.[ito]