INILAH.COM, Jakarta - Microsoft dan Nokia menjalin kerjasama untuk memasukkan software Microsoft Office ke dalam ponsel Nokia. Aliansi itu janggal, karena dua perusahaan ini merupakan saingan.
Ini seperti kasus musuh dari musuhku adalah temanku, kata Rob Enderle, analis teknologi indepneden.
Langkah Microsoft itu keluar setelah mendapat tekanan dari software word, spreadsheet gratis berbasis web terutama dari Google. Padahal makin banyak konsumen yang menggunakan smartphone untuk menjalankan pekerjaan seperti yang dilakukan di personal computer (PC).
Aliansi itu merupakan langkah pragmatis dua perusahaan di mana masing-masing butuh dukungan untuk mengatasi persaingan yang makin besar.
Nokia sebagai pembuat handset terbesar di dunia, berjuang di ranah smartphone melawan iPhone dari Apple dan BlackBerry milik Research in Motion. Kompetisi makin berat, setelah munculnya handset mengusung software Android dari Google.
Sebelumnya, Nokia dan Microsoft dikenal sebagai musuh karena bersaing di sistem operasi ponsel. Nokia mengadopsi software Symbian dan menafikkan Windows Mobile milik Microsoft.
Meskipun tidak memberikan detail, kerjasama antara Microsoft-Nokia kemungkinan terbatas pada Office.
Tidak terlihat Microsoft Office akan bergerak ke Windows Mobile, kata Matt Rosoff, analis di firma riset Directions.[ito]