Rabu, 23 Mei 2012 | 19:45 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Wahabi Jadi 'Kambing Hitam' Lagi!
Oleh:
web - Kamis, 13 Agustus 2009 | 11:52 WIB
Tudingan terhadap Wahabi dilontarkan mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Abdullah Mahmud Hendropriyono pascapeledakan bom di Hotel JW Marriott dan Ritz-Carlton di Jakarta. Ini sangat menarik. Mengapa tokoh intelijen dan doktor di bidang terorisme itu membuat pernyataan yang sangat dangkal dan tak bisa diterima akal sehat?

Dalam wawancara di sebuah TV swasta, Hendropriyono mengatakan, pemerintah hendaknya lebih mengantisipasi gerakan Wahabi di Indonesia. Selain itu, ia juga mengatakan bahwa gerakan organisasi Islam transnasional seperti Ikhwanul Muslimin, mestinya menjadi perhatian serius.

Jika kita kaji lebih dalam, nama Wahabi ini diberikan kepada sebuah aliran yang berawal dari pemikiran Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab, sebuah gerakan di Arab Saudi. Tetapi istilah Wahabi sebenarnya bukan berasal dari ia sendiri ataupun pengikut gerakannya, melainkan nama yang disematan oleh pihak luar. Sehingga patut dipertanyakan, Wahabi itu sebenarnya apa? Gerakan atau gagasan?

Dan itu semua bisa kita diskusikan secara ilmiah dan melalui jalur akademis. Jadi sangat naif bila seorang mantan Kepala BIN yang telah berhasil mempertahankan disertasinya yang baik tapi berbicara tanpa dasar yang ilmiah dan nyata.

Jika dilihat dari segi mazhab, sebenarnya Abdul Wahab menganut mazhab Hambali. Mazhab ini adalah salah satu dari empat mazhab yang jadi pedoman bagi banyak negara. Mengapa hal ini jadi masalah? Selain itu, ia juga belajar kepada Abu Ja'far At Thahawi, yang merupakan ulama bermazhab Hanafi. Jadi sebenarnya secara pemikiran Abdul Wahab jauh lebih maju. Kalau begitu, sisi ekstrim dan kakunya di mana?

Terkait gerakan Islam transnasional yang dikait-kaitkan dengan Wahabi itu adalah pendapat yang sangat dangkal dan tidak masuk akal. Sebab Islam tidak menganut lokalitas, atau dengan artian semuanya adalah transnasional (lintas negara). Istilah Islam rahmatan lilalamin itu juga berarti adalah Islam transnasional. NU dan Muhammadiyah juga seperti itu.

Memang kenyataan kelompok yang dituduh Wahabi itu cara dakwahnya cenderung ke tauhid, karena tauhid adalah sarana seorang muslim untuk meng-esa-kan Tuhannya. Mereka berpedoman seperti pada website resmi mereka (www.muslim.or.id), yaitu 'memurnikan aqidah, menebar sunnah'.

Gerakan kelompok ini sangat mengganggu sebagian saudara kita yang masih kental dengan segalah hal berbau syirik, seperti pergi ke dukun, membawa jimat, dan perbutan syirik lainnya. Pernah situs tersebut memuat artikel yang berjudul "Teroris bukan Mujahid dan bukan Mujtahid!". Dari situ dapat kita simpulkan pemikiran saudara muslim kita yang dijuluki Wahabi mempunyai pemikiran yang sangat cerdas dan modern.

Kalau soal urusan negara, kelompok ini sangat patuh dan taat, selama pemimpin itu tidak kafir. Mereka tidak mau berpolitik, apalagi demonstrasi. Contoh dalam hal penentuan 1 Syawal, mereka saja mengikuti pemerintah.

Wahabi di Arab Saudi saja tidak pernah berupaya menggulingkan negara yang sah. Demonstrasi saja haram. Karena dianggap suatu tindakan yang menjurus ke pemberontakan. Oleh sebab itu, sangat aneh jika gerakan Wahabi dikaitkan dengan pendirian negara Islam.

Yang sangat kita sayangkan adalah menuduh faham atau gerakan dan kelompok sebagai teroris dilakukan karena hal yang sepele, kebetulan ciri-ciri lahiriah para pelaku teroris mirip dengan ciri lahiriah kaum Wahabi. Seperti cara berpakaian dan cara berperilaku kebetulan sama dengan para pemeluk islam yang taat. Ini pendapat yang sangat tidak bijaksana.

Karena jika seorang muslim memakai celana di atas mata kaki, memanjangkan jenggotnya dan memakai baju gamis; dan yang perempuan menutup aurot dengan memakai jilbab panjang memakai cadar, tak bisa dengan sendirinya ditudingatau dikategorikan teroris. Sebab dalam Islam, menghidupkan sunnah adalah mulia.

Jadi bisa kita simpulkan tujuan dari tuduhan tersebut untuk melemahkan kaum muslimin dengan identitas keislamanya. Sebab di media kita lihat bahwa orang yang suka mengaji dan orang yang sopan berpakaian islami itu dikesankan sebagai pelaku teroris.

Dan jika ini sudah mempengaruhi pemikiran umat Islam, maka yang terjadi adalah jauhnya umat Islam ini dari syariat agamanya dan kembali lagi meniru perilaku bangsa barat di mana menebar aurot, mabuk, korupsi dan lainya. Kalau sudah seperti itu sangat gampang sekali bangsa ini dihancurkan sebab generasi penerusnya sudah rusak moralnya, dan hidupnya hanya untuk dunia.

Cara-cara seperti itu sudah lama dan sunnatullah dipakai oleh para musuh Islam. Islam sudah dikaji ratusan tahun oleh para orientalis Barat. Mereka tahu betul seperti apa Islam dan umat Islam sebenarnya. Mereka tahu, menghancurkan Islam bukan dengan jalan perang, melainkan dengan stigmatisasi. Karena, mereka tahu, umat Islam memiliki satu kekuatan yang ketika bangkit dan sadar, bisa menjadi kekuatan yang tak terkalahkan. Jadi stigma itu membuat umat Islam tidak pede dengan identitas muslimnya.

Arif Gunawan
arif_wny@telkom.net
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
32 Komentar
abdul aziz
Minggu, 14 November 2010 | 18:56 WIB
اÙ?عÙ?Ù? Ù?بÙ? Ù?Ù?Ù? Ù? اÙ?عÙ?Ù? [ilmu sebelum BERKATA dan berbuat/beramal]
agus
Kamis, 8 Oktober 2009 | 18:20 WIB
kabarnya pentolan Wahabi Indonesia, Jafar Umar Thalib dibeliin tanah oleh pembenci Wahabi, beli dari pak parno warga degolan, umbul martani ngemplak sleman. Hayoo kok mas Doktor membela wahabi yang katanya terorisme, kok pake mau mbeliin mobil mewah segala, tapi si wahabi maunya tanah buat pondok. cek rice 0274 895791/895790 oceh ?
Muhammad Fajaruddin, MZA
Rabu, 16 September 2009 | 21:30 WIB
Bagi yang mau mengetahui ttg JASA WAHABI dalam perangi teroris sejak 2005, SUDAH BUANYAK terbit artikel terkait ANTI TERORIS. Hanya sebagian orang yang agak TELMI yang belum baca, atau tak mau membaca, mau baca lengkap ? Klik http://antiteroris.salafy.or.id dan http://www.merekaadalahteroris.com Terima kasih.
Abu Hanifah
Jumat, 11 September 2009 | 16:06 WIB
gampang aja kok untuk membuktikan mereka itu (teroris), wahabi atau bukan. tanya saja mereka tentang tawasul, ziarah kubur, maulid, tahlilan, yasinan, dzikir jama'i, dzikir jahar, dzikir khafi, shalawatan, salawat nariyah, shalawat badar, usholi. jika jzwaban mereka terdapat kata2 bid'ah, takhyul, khurofat, quburiyin, musyrik, dan umpatan caci maki lainnya bisa dipastika mereka wahabi. Saya pribadi yakin kalo teroris ini adalah orang2 yang anti tawasul alias wahabi
wahyu
Rabu, 26 Agustus 2009 | 11:54 WIB
Sangt sedih rasanya mendengar fitnahan2 yang selalu diarahkan kepada dakwah syaikh muhammad bin abdul wahab dengn istilah wahabi yang suka membuat kerusakan. sesungguhnya dakwah syaikh muhammad bin abdul wahab adalah memurnikan akidah dan menebarkan sunah yang telah hilang di tengah umat islam indonesia. Bagi saudara-saudaraku yang membaca artikel ini silahkan merujuk kepada situs: almanhaj.or.id muslim.or.id. Betapa santun dan ilmiahnya mereka dalam mendakwahkan islam yang bersih dari nuansa syirik, bid'ah dan kurofat yang telah menjangkiti agama islam di indonesia.
mafy
Rabu, 26 Agustus 2009 | 11:03 WIB
yaa, si hendro sih emang yahudi penuh kemunafikan. Sama dengan para pemimpin Indonesia saat ini, mau jadi sweet boy nya amerika karena haus kekuasaan. Nggak takut pada Allah SWT, mrk udah pada bau tanah tinggal nunggu waktu tapi menghianati saudara muslimnya dan agamanya. Naudjubillah min jalik. Pemerintah sekarang dg jaman soeharto setali tiga uang. jangan-jangan peristiwa tanjung priok terulang lagi nih.Ya Allah lindungi para mujahid pembela ISLAM. Amiiin
atri
Sabtu, 15 Agustus 2009 | 13:35 WIB
hen.d.r.o.p.priyono sok tau..tukang adu domba dan fitnah umat islam aja..asal yang berjenggot wahabi.kambing juga berjenggot.jgn2 di bilang pengikut wahabi juga.hehehe,.
ezzuhadka
Sabtu, 15 Agustus 2009 | 05:54 WIB
kita tunggu skenario berikutnya
sabar deh
Jumat, 14 Agustus 2009 | 23:13 WIB
Wahabi tidak ada, itu hanya istilah yang dibuat oleh orang-orang yang membenci ajaran Islam, yang mereka maksud adalah dakwah ahlussunnah wal jamaah (ASWJ). Terhadap terorisme (irhab), peledakan (tafjir), pengkafiran (takfir), pembangkangan (khawarij) ASWJ berprinsip: "AL KHOWARIJUU KILAABU AHLIN NAAR", artinya: Kaum khowarij (pelaku pengkafiran, peledakan, terorisme & pengrusakan adalah anjing-anjing penduduk neraka). Berilah ASWJ mandat oleh pemerintah, maka ASWJ akan berada di front terdepan dalam menangkap & menumpas Noordin M Yop dan pengikutnya..
muh.ridwan.pg
Jumat, 14 Agustus 2009 | 13:39 WIB
kepada pak hendro,tlong sebelum komentar masalah aliran belajar agama dulu deh. semua itu ada ilmunya dan dipertanggungjawabkan sbgmana srah al isra ayat 36: "Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggunjawabannya".
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.