INILAH.COM, Jakarta - Meski Presiden SBY orang Pacitan, Jatim, namun dalam pidato kenegaraannya diselipkan pepatah Bugis. Ini bak menepis tersandungnya tim sukses SBY saat kampanye pilpres yang menyatakan belum waktunya orang Bugis menjadi presiden. Apa bunyi pepatahnya?
"Sebagaimana pepatah Bugis mengatakan, resopa temmangingi namalomo naletei pammase dewata," ucap SBY di hadapan anggota dewan di Gedung DPR, Jakarta, Jumat (14/8).
Mendengar itu, anggota dewan terdengar heboh tertawa dan bertepuk tangan. SBY pun tersenyum-senyum.
"Yang artinya, hanya perjuangan dan kerja keras yang terus menerus yang akan mendapatkan ridho Tuhan Yang Maha Kuasa," lanjut SBY.
Kita, lanjut SBY, ingin mewariskan Indonesia kepada anak cucu. Indonesia yang lebih maju, lebih bermartabat, dan lebih sejahtera.
"Pada hakekatnya setiap bangsa memiliki cita-cita dan visi strategisnya. Cita-cita ini tidak datang dari langit, tetapi mesti kita raih dengan perjuangan dan kerja keras," kata SBY.
SBY pun mengajak semua pihak mensyukuri karunia Tuhan kepada bangsa Indonesia. Dengan perjuangan dan kerja keras, Indonesia telah berdiri sejajar dengan bangsa-bangsa lain di dunia.
"Telah jauh kita berjalan sebagai suatu bangsa dari sekadar bangsa jajahan menjadi anggota negara-negara G20 yang ikut menentukan arah ekonomi dunia. Perjalanan kita masih panjang, namun kita yakin dengan semangat satu nusa, satu bangsa, satu bahasa, kita akan terus bersatu, bangkit dan maju menuju masa depan yang gemilang," tutup SBY. [sss]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !