SBY Yakin RI Bisa Lalui Krisis Global
INILAH.COM, Jakarta - Presiden SBY meyakini krisis global yang kini sedang menghantui bangsa akan dapat dilalui. Sebab, Indonesia sudah membuktikan mampu melalui krisis moneter 1997 dan reformasi 1998.
"Sepuluh tahun yang lalu, masih terbayang dalam ingatan kita, negara kita mengalami krisis yang dahsyat. Mungkin sebagian besar yang ada dalam ruangan ini, masih mengingat pidato kenegaraan Presiden Republik Indonesia pada tahun itu."
Demikian kata SBY dalam pidato kenegaraan dalam rangka Peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan RI ke-64 di Gedung MPR/DPR RI Senayan, Jakarta, Jumat (14/8) pagi.
"Tahun 1999 adalah tahun yang sarat dengan persoalan dan tantangan. Banyak kalangan dalam dan luar negeri yang mencemaskan masa depan negara kita, termasuk kelangsungan hidup kita sebagai negara," ujar SBY.
Menurutnya, saat itu ada 5 skenario masa depan Indonesia kala itu. Pertama, perpecahan menjadi negara kecil. Hal ini karea menguatnya sentimen kedaerahan yang kuat. Kedua, Indonesia menjadi negara Islam garis keras. Indikasinya, muncul sentimen keagamaan yang ingin menggantikan Pancasila.
Selanjutnya, Indonesia menjadi negara semiotoritarian yang tidak memiliki arah jelas. Keempat, RI menjadi negara otoriter. "Hanya sedikit yang meramalkan bahwa Indonesia bisa menjalankan skenario kelima, yaitu menjadi negara demokrasi, terlebih lagi negara demokrasi yang stabil dan terkonsolidasikan," cetus SBY.
Namun, urai dia, atas kerja keras Presiden BJ Habibie, Presiden Abdurrahman Wahid dan Presiden Megawati Soekarnoputri, kondisi RI menjadi semakin baik. Bahkan, kini Indonesia menjadi sebuah negara demokrasi.
"Kita mesti memberi hormat seraya mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Presiden B.J. Habibie, Presiden Abdurrahman Wahid, dan Presiden Megawati Soekarnoputri, pendahulu-pendahulu saya, atas kepemimpinan dan kerja keras beliau-beliau di masa-masa sulit itu, pada lima tahun pertama era reformasi," beber SBY.
Karena itu, dirinya yakin tantangan bangsa ke depan dapat dilewati. "Insya Allah, reformasi yang sedang dan terus kita jalankan ini akan benar-benar membawa manfaat dan kemaslahatan bagi bangsa dan negara," tandas SBY. [ton]