INILAH.COM, Jakarta - Kontroversi bisnis TNI yang menjadi kontroversi bakal berakhir tahun ini. SBY berjanji, pelimpahan bisnis TNI akan tuntas tahun ini juga.
"Insya Allah, pada tahun ini, kita akan menyelesaikan pelimpahan bisnis TNI kepada negara, yang selama ini sering mengundang kontroversi. Dengan itu, TNI dapat benar-benar berkonsentrasi untuk menjalankan tugas pokoknya dan tampil secara profesional sehingga mampu mempertahankan setiap jengkal wilayah Tanah Air kita," kata SBY dalam pidato kenegaraan peringatan HUT Kemerdekaan RI di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8).
SBY menjelaskan, pelimpahan bisnis TNI sejalan dengan penghapusan dwi fungsi ABRI dan peran sosial politik TNI. Hal itu akan membawa proses demokratisasi yang sesuai dengan amanat reformasi dapat dijalankan, sekaligus mengoptimalkan kemampuan TNI mengawal wilayah.
"Dunia juga telah mengakui bahwa kita telah mampu menjalankan demokratisasi berskala besar, termasuk di dalamnya reformasi TNI, dengan penghapusan Dwi Fungsi ABRI dan peran sosial politiknya," ujar SBY.
Menurut SBY, selama 10 tahun terakhir telah banyak agenda reformasi yang dijalankan. Meskipun belum tuntas, namun ada perubahan yang signifikan dalam kehidupan politik dalam negeri ke arah yang lebih baik.
"Dalam sepuluh tahun ini, sejumlah perubahan besar telah dan sedang kita jalankan. Kita telah melaksanakan reformasi konstitusi dengan melakukan 4 kali perubahan terhadap UUD 1945, yang salah satu tujuannya adalah memperkuat parlemen kita," urainya. [fiq]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !