inovasi portal berita
Sabtu, 11 Februari 2012 Follow: Facebook twitter Dollar Kurs BI: 1 US Dollar = Rp.8,993.00   Mobile Mobile   Newsletter Newsletter   RSS RSS

SBY: Reformasi Pasang Surut

Headline
Susilo Bambang Yudhoyono - inilah.com /Agus Priatna
Oleh:
Jumat, 14 Agustus 2009 | 10:26 WIB
INILAH.COM, Jakarta - Reformasi yang berlangsung sejak 1999 merupakan sebuah proses yang berkesinambungan sehingga agenda-agenda reformasi harus terus dijalankan, disertai dengan proses koreksi terhadap hal-hal yang tidak sesuai atau menyimpang.

"Dalam pelaksanaan semua agenda reformasi tersebut, tidaklah selalu mudah. Reformasi kita penuh dengan pasang dan surut, sering menghadapi resistensi, serta ada pula yang menjalankannya secara berlebihan. Namun, semua itu adalah wajar dalam proses reformasi, dalam perubahan yang berskala besar," kata Presiden SBY.

Hal ini disampaikan dia saat menyampaikan pidato kenegaraan dalam rangka Peringatan HUT ke-64 RI di Gedung DPR, Jumat (14/8). Pelaksanaan agenda reformasi, lanjut SBY, tidak mudah dan kerap mendapat hambatan dan tantangan. Namun demikian harus terus dijalankan bersama untuk mencapai kehidupan bernegara yang lebih baik.

Dalam menjalankan agenda-agenda reformasi, sambung dia, apa yang terasa baik dan tepat hendaknya dilanjutkan. Sebaliknya, apa yang terasa tidak sesuai dan justru menimbulkan hal-hal yang lebih buruk, dikoreksi dan perbaiki.

"Ingat, reformasi pada hakikatnya adalah perubahan dan kesinambungan, change and continuity," tegas SBY.

Selama 10 tahun terakhir, kata SBY, telah banyak agenda reformasi yang dijalankan, meski belum tuntas. Namun telah ada perubahan yang signifikan dalam kehidupan politik dalam negeri ke arah yang lebih baik.

"Dalam sepuluh tahun ini, sejumlah perubahan besar telah dan sedang kita jalankan. Kita telah melaksanakan reformasi konstitusi dengan melakukan empat kali perubahan terhadap UUD 1945, yang salah satu tujuannya adalah memperkuat parlemen kita. Reformasi juga melahirkan lembaga-lembaga negara yang baru, seperti DPD, MK, KPK dan lain-lain, untuk antara lain memperkuat mekanisme checks and balances dalam sistem ketatanegaraan kita," tuturnya.

Selain itu, lanjut SBY, juga telah dilakukan revisi berbagai undang-undang dan peraturan pemerintah agar sesuai dengan semangat dan cita-cita reformasi. Juga telah direformasi sistem pemilu agar dapat memaksimalkan akuntabilitas wakil rakyat kepada rakyat yang diwakilinya. Di Indonesia, presiden dan wapres, gubernur dan wakil gubernur, bupati dan wakil bupati, serta walikota dan wakil walikota pun telah dipilih secara langsung oleh rakyat. [sss]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA TERKINI
BERITA POPULER
RSS| Layanan Mobile| Tentang Kami| Disclaimer| Kontak Kami| Karir| Newsletter
Copyright 2008 - 2012 inilah.com, All rights reserved inilah.com.