INILAH.COM, Jakarta - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meyakini pada tahun 2025 kondisi bangsa dan negara Indonesia akan jauh lebih baik dari saat ini. Hal itu diucapkannya dengan melihat kemajuan bangsa saat ini.
"Insya Allah di tahun 2025 mendatang, kehidupan berbangsa dan bernegara kita akan berada dalam kondisi yang jauh lebih baik," ujar SBY pada Pidato Kenegaraan di depan Rapat Paripurna DPR RI di Gedung MPR/DPR, Jakarta, Jumat (14/8).
Presiden mengungkapkan, untuk menuju pada kondisi bangsa dan negara yang lebih maju tersebut, maka sasaran utama yang akan dituju pada tahun 2025 adalah persatuan dan harmoni sosial yang semakin kokoh. Pemerintah dan seluruh masyarakat Indonesia bertekad untuk membangun bangsa Indonesia yang bersatu, adil dan makmur dalam suatu tatanan kehidupan sosial kemasyarakatan yang harmonis dalam Bhinneka Tunggal Ika.
"Jangan lagi kita mengulangi sejarah kelam seperti konflik yang terjadi di Poso, Ambon, Sampit dan Aceh. Stabilitas nasional mesti semakin mantap, hal itu diindikasikan dalam beberapa tahun terakhir ini, situasi keamanan di dalam negeri semakin baik begitu juga lima tahun terakhir ekonomi nasional terus tumbuh, kemiskinan berkurang, dan pengangguran pun menurun," katanya.
Sasaran lain yang akan dilakukan untuk menuju Indonesia 2025, menurut Presiden, yakni penegakan hukum secara konsisten dan berkeadilan yang mana posisi hukum sebagai panglima harus semakin kokoh dan semakin mantap. Selain itu, pertumbuhan ekonomi mesti terus dijaga dan tingkatkan serta tetap terus memelihara pertumbuhan ekonomi yang cukup tinggi.
"Pertumbuhan ekonomi harus ditopang oleh kemampuan kita dalam menyelenggarakan aktifitas ekonomi yang makin produktif dan makin mandiri," katanya.
Setelah ekonomi nasional mengalami pertumbuhan, lanjutnya yang tinggi makan kesejahteraan Rakyat mesti terus ditingkatkan. Pembangunan ekonomi yang produktif, hasil-hasilnya dialirkan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat dan memajukan taraf hidup masyarakat Indonesia.
Presiden menyatakan, sasaran yang dituju yakni makin berkurangnya angka kemiskinan, menurunnya pengangguran, dan makin berkualitasnya layanan fungsi-fungsi kesejahteraan, utamanya pendidikan dan kesehatan.
Pada kesempatan itu, Presiden juga mengungkapkan angka kemiskinan saat ini berkurang dari 16,7 persen pada tahun 2004 menjadi 14,1 persen pada Maret 2009, dan tingkat pengangguran berkurang dari 9,9 persen pada tahun 2004 menjadi 8,1 persen pada Februari 2009.
Sasaran lain, sambungnya, yakni Pembangunan Tata Kelola Pemerintahan yang baik (Good Governance) dan Pemberantasan Korupsi mesti terus ditingkatkan. Kita bertekad untuk mewujudkan pemerintahan yang melindungi rakyat, melayani dan meningkatkan taraf hidup rakyat secara efektif.
Ke depan, tambahnya, perlindungan lingkungan hidup mutlak dilakukan terus melakukan pembangunan di segala bidang dengan mengedepankan prinsip pembangunan berkelanjutan, pembangunan yang ramah terhadap lingkungannya.[mut]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !