inovasi portal berita
Minggu, 12 Februari 2012 Follow: Facebook twitter Dollar Kurs BI: 1 US Dollar = Rp.8,993.00   Mobile Mobile   Newsletter Newsletter   RSS RSS

Ekonom: Target Pertumbuhan 4% Hanya Cari Aman

Headline
Susilo Bambang Yudhoyono - inilah.com /Agus Priatna
Oleh: Wahid Ma'ruf
Jumat, 14 Agustus 2009 | 10:36 WIB
INILAH.COM, Jakarta - Penegasan Presiden Susilo Bambang Yudoyono tentang pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa tetap di atas 4% merupakan langkah mencari level aman saja. Batas 4% menunjukan tidak adanya terobosan ke depan saat pemulihan ekonomi mulai terjadi di kawasan Asia.

Hal itu dikatakan pengamat ekonomi dari ECONIT, Hendri Saparini kepada INILAH.COM menanggapi penegasan Presiden SBY soal target pertumbuhan ekonomi dalam Pidato Kenegaraan memperingati hari kemerdekaan RI ke 64, di Gedung DPR RI Jakarta, Jumat (14/8).

"Kalau targetnya hanya 4% ke atas mencerminkan tidak adanya terobosan yang dilakukan pemerintah dalam menggali sumber pertumbuhan ekonomi untuk menyerap tenaga kerja dan mengurangi angka kemiskinan ke depan," katanya.

Padahal, lanjutnya, di kawasan Asia dalam semester II 2009 masuk dalam fase pemulihan ekonomi. Kalau pemerintah tidak mengambil bagian dalam tren tersebut maka sangat disayangkan dengan hanya menargetkan di atas 4%. "Ini hanya mencari aman saja kalau tidak tercapai maka tidak disalahkan rakyat. Pemerintah tidak ada langkah terobosan meningkatkan industri dan sektor riil," lanjutnya.

Dengan melihat perkembangan perekonomian global, maka pemerintah seharusnya optimis pertumbuhan ekonomi harus di atas 6%. Kalau hanya 4% maka saat krisis saja pertumbuhannya di atas 4%. Ini menunjukan pemerintah tidak ada terobosan ekonomi yang akurat.

Hendri menyayangkan pemerintah tidak terbuka dengan masukan tentang sumber-sumber pertumbuhan ekonomi. Dengan demikian pertumbuhan ekonomi tidak hanya mengandalkan dari ekspor saja. Sebab banyak sekali sumber pertumbuhan ekonomi yang dapat mendorong ke level 6%.

Hal yang sama juga dikatakan pengamat ekonomi dari InterCafe, Iman Sugema. Menurutnya, kalau dalam situasi normal saja pertumbuhan ekonomi dapat mencapai 5,8% tanpa melakukan banyak terobosan. "Kalau hanya di atas 4% maka pemerintah hanya tidur saja dapat tercapai," tegasnya yang dihubungi secara terpisah. [hid]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA TERKINI
BERITA POPULER
RSS| Layanan Mobile| Tentang Kami| Disclaimer| Kontak Kami| Karir| Newsletter
Copyright 2008 - 2012 inilah.com, All rights reserved inilah.com.