INILAH.COM, Jakarta - Presiden SBY menyatakan, stabilitas nasional saat ini semakin mantap. Hal itu diindikasikan dalam beberapa tahun terakhir ini, situasi keamanan di dalam negeri semakin baik. Namun, SBY mengakui saat ini teroris telah mengganggu stabilitas keamanan.
"Stabilitas keamanan yang semakin baik akhir-akhir ini terganggu dengan adanya aksi terorisme yang terjadi sebulan yang lalu," ujar SBY pada Pidato Kenegaraan di depan Rapat Paripurna DPR RI di Gedung MPR/DPR, Jakarta, Jumat (14/8).
Meski begitu, SBY tetap mengucapkan syukur karena Indonesia masih mampu menghadapi terorisme. "Kita bersyukur, bangsa Indonesia adalah bangsa yang besar, bangsa yang kuat, yang mampu menghadapi segala tantangan, termasuk terorisme," katanya.
Hal itu, lanjut Presiden, terlihat pada nilai rupiah dan indeks harga saham yang justru semakin menguat, berbagai kegiatan ekonomi dan kegiatan masyarakat lainnya terus berjalan semakin semarak.
Pada kesempatan itu Presiden juga menyatakan, sasaran lain pemerintah ke depan yakni demokrasi dan keterbukaan yang harus terus dimantapkan dalam kehidupan bernegara. Untuk mewujudkannya, dapat dilakukan dengan mekanisme checks and balances di lingkungan penyelenggara negara.
"Juga meningkatkan kualitas pembinaan partai politik sebagai sarana agregasi dan artikulasi kepentingan publik, dan sebagai pembelajaran politik masyarakat. Selain itu peran dan fungsi pers nasional sebagai pilar keempat demokrasi mesti terus dimantapkan," paparnya. [mut]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !