inovasi portal berita
Minggu, 12 Februari 2012 Follow: Facebook twitter Dollar Kurs BI: 1 US Dollar = Rp.8,993.00   Mobile Mobile   Newsletter Newsletter   RSS RSS

Din: Buka Puasa Redam Konflik Pilpres

Headline
Din Syamsuddin - inilah.com /Dokumen
Oleh: Mevi Linawati
Jumat, 14 Agustus 2009 | 15:35 WIB
INILAH.COM, Jakarta - Pimpinan Pusat Muhammadiyah mengimbau kepada semua elemen partai yang telah terkotak- kotak akibat pemilu legislatif dan pilpres untuk berbaikan. Caranya, dengan memanfaatkan buka puasa bersama di bulan Ramadhan.

"Seruan kepada elemen bangsa, inilah saatnya untuk kedepankan persaudaraan. Inilah momentumnya. Kan selama Ramadhan ada tradisi bagus seperti buka puasa bersama. Manfaatkan lah untuk elit politik," ujar Ketua PP Muhammadiyah Din Syamsuddin di Gedung Dewan Pusat Muhammadiyah, Jakarta, Jumat (14/8).

Din menuturkan, dengan adanya buka puasa dan sahur bersama, dimungkinkan bisa meredam emosi dari pendukung partai. Karena sebelumnya sempat tidak puas dengan putusan MK yang menolak gugatan pasangan Mega Pro dan JK Win.

"Para Dai atau Ulama yang sering muncul di televisi juga kami imbau untuk fokus pada upaya rekonsiliasi. Atau bahasa kami ya islah. Manfaatkan betul," katanya.

PP Muhammadiyah juga menyatakan bahwa momentum Ramadhan untuk mempertautkan kembali hati yang mungkin selama pileg dan pilpes telah terjadi perbedaan pendapat dan pilihan sehingga menimbulkan keretakan hati. [mvi/mut]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !
1 Komentar
Baco Ibrahim @ Jumat, 14 Agustus 2009 | 16:21 WIB
Pak Din, setuju apa yang menjadi usulannya, tapi berbeda jauh ketika dalam pilres kemarin, bapak lebih condong untuk pilih presiden tertentu, bukannya Bapak bikin persatuan kesatuan agar terjalin harmonis dalam pilpres. malah sebaliknya.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA TERKINI
BERITA POPULER
RSS| Layanan Mobile| Tentang Kami| Disclaimer| Kontak Kami| Karir| Newsletter
Copyright 2008 - 2012 inilah.com, All rights reserved inilah.com.