inovasi portal berita
Minggu, 12 Februari 2012 Follow: Facebook twitter Dollar Kurs BI: 1 US Dollar = Rp.8,993.00   Mobile Mobile   Newsletter Newsletter   RSS RSS

Batubara Berau Coal Topang ITMG 15 Tahun

Headline
inilah.com /Dokumen
Oleh: Susan Silaban
Sabtu, 15 Agustus 2009 | 15:00 WIB
INILAH.COM, Jakarta - PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) masih menunggu konfirmasi dari perusahaan batubara terbesar dunia PT Berau Coal terkait kepeminatan ITMG atas 51% saham Berau. Jika ITMG berhasil meminang Berau Coal maka ITMG akan tertolong selama 15 tahun.

Hal ini diprediksi Analis Equity Optima Kharya Securities Arief Budiman dalam risetnya kepada INILAH.COM.

Ia memprediksi, Berau Coal memiliki cadangan batubara sebanyak 300 juta ton dan menargetkan pada 2010 dapat memproduksi batubara hingga 15 juta ton. Jika ITMG berhasil menggaet Berau Coal, maka diprediksi ITMG akan tertolong selama 15 tahun setara dengan cadangan total perseroan sebanyak 294 juta ton. "Batubara Berau Coal dapat mendukung INTG selama 15 tahun dengan penggabungan nilai barubara Berau dengan ITMG," prediksi Arief.

Hasil batubara Berau ini diangkut ke pengelolaan yang berjarak 2km-11km dan diangkut oleh tongkang bpengelolaan, namun pengangkutan ini tergantung dari kondisi cuaca. Untuk mengakuisisi Berau, ITMG sudah memiliki laba hingga Juni 2009 mencapai US$259 juta. Perseroan juga memcatat pertumbuhan volume produksi batubara naik 10% menjadi 4,9 juta ton sehingga total produksi semester 1-2009 mencapi 9,3 juta ton.

Untuk penjualan semester I-2009, ITMG berhasil membukukan angka sebesar US$675,851 atau naik 30,88% dari periode yang sama tahun lalu yang tercatat sebesar US$516,361 juta. Sedangkan untuk angka beban penjualan perseroan hanya mencatat kenaikan tipis sebesar 0,78% ke US$56,126 juta dari sebelumnya US$ 55,689 juta. Sehingga pertumbuhan laba usaha ITMG melonjak 122,93% menjadi US$213,670 dari sebelumnya yang hanya sebesar US$95,844 juta.

Ia memprediksi, sasaran harga ITMG Rp33.900 dengan menggunakan risiko biaya 10,5%, risiko premi 5,5% dan laju pertumbuhan 3%. "Kami menggunakan asumsi ASP dari penerimaan US$70/ton dari FY10F dan Lt ASP $67/ton. Ini relatif lebih tinggi di banding sektor yang sama (PTBA dan BUMI) karena jabatan aset batubaranya mempunyai CV yang lebih tinggi, yang kami melihat memperbaiki memberi tenaga harga relatif ke benchmark," ungkapnya.

Secara tidak langsung FY10F PER sebanyak 11,4x, namun dipandang masih konservatif dibandingkan Bumi Resources Tbk (BUMI) dan Perusahaan Bukit Asam Tbk (PTBA) dengan rata-rata PER sebesar 9.4x-15.3x.

Tahun ini, Berau Coal menargetkan dapat menjual 14,2 juta ton batubara dari total produksinya sebesar 15 juta ton. Sehingga net profit tahun ini targetkan akan meningkat menjadi di atas US$150 juta dari net profit tahun lalu sekitar US$80 juta. [san/cms]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA TERKINI
BERITA POPULER
RSS| Layanan Mobile| Tentang Kami| Disclaimer| Kontak Kami| Karir| Newsletter
Copyright 2008 - 2012 inilah.com, All rights reserved inilah.com.