Minggu, 27 Mei 2012 | 07:26 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Saham CPO Naik Iringi Harga Komoditas
Headline
inilah.com /Agung Rajasa
Oleh: Asteria
web - Minggu, 16 Agustus 2009 | 14:27 WIB
INILAH.COM, Jakarta Saham perkebunan marak diperdagangkan sepanjang pekan ini. Animo itu terkerek oleh naiknya harga komoditas di pasar internasional, yang terjadi akibat pemulihan ekonomi global.

Saham PT Bakrie Sumatra Plantation (UNSP) sepekan ini berhasil membukukan kenaikan tertinggi di sektornya sebesar 21,9%. Disusul saham PT Tunas Baru Lampung (TBLA) yang menguat 20,3% dan PT Sampoerna Agro (SGRO) yang naik 19,6%. Demikian pula saham PT Astra Argo Lestari (AALI) yang menguat 19,2%, kemudian PT London Sumatra (LSIP) yang terangkat 15,9%, dan saham PT Bisi International (BISI) yang naik 7,4%.

Pada perdagangan Selasa (11/8), emiten-emiten ini mencatatkan transaksi yang cukup besar dengan nilai transaksi mencapai Rp 902 miliar, atau 11,46% dari total transaksi bursa yang mencapai Rp 7,87 triliun. Hal ini didukung tren naiknya harga CPO di Rotterdam di level US$ 637,50 per ton serta harga CPO di pasar Malaysia di RM 2,366 per ton.

Demikian pula pada Kamis (13/8), nilai transaksi saham perkebunan kembali melonjak menjadi Rp 854 miliar atau 10,5% dari total transaksi sebesar Rp 8,12 triliun. Harga CPO di Rotterdam diperdagangkan di US$ 735 per ton dan harga CPO di Malaysia bertengger di RM 2.459,50.

Ekspektasi kenaikan harga CPO menjadi acuan bagi para pelaku pasar untuk mengoleksi saham-saham pertanian. Hal ini didukung menggeliatnya aktivitas ekonomi riil, sehingga akan memperkuat demand bagi produk turunan CPO yang rata-rata merupakan produk konsumsi dasar.

Sektor perkebunan naik daun setelah Morgan Stanley memberi rekomendasi 'overweight', dengan menyebut AALI sebagai salah satu saham pilihan mereka. "Penguatan sektor ini pun akhirnya mendorong kenaikan bursa," kata Norico Gaman, analis BCI Securities kepada INILAH.COM.

Menurut dia, harga benchmark CPO di Rotterdam telah mengalami kenaikan secara konsisten sejak pertengahan Juli 2009. Dengan harga CPO saat ini di kisaran US$ 757 per ton, beberapa kalangan menilai harga CPO akan meraih level US$ 800 per ton. Hal ini akibat besarnya permintaan di China dan India. "Kami mengekspektasikan dalam waktu singkat harga CPO Rotterdam akan menembus support di level US$ 800 per ton," ujarnya.

Beberapa faktor global seperti kenaikan harga minyak mentah dunia ke kisaran US$ 70-an per barel, isu suplai kedelai di Argentina, serta kekeringan akibat badai fenomena El Nino yang telah merusak hampir 50% tanaman di Amerika Selatan, telah mengangkat harga CPO hingga di atas level US$ 550 per ton.

Hal ini ditambah aksi pemogokan yang akan mengurangi panen kedelai Brasil dan Argentina. Kedua negara tersebut memang merupakan produsen kedelai dengan kontribusi sebesar 48% tahun 2008 lalu. Minyak kedelai adalah substitusi dari komoditas CPO.

Alhasil, rata-rata harga CPO semester pertama 2009 merangkak naik dan berkisar di level US$ 653 per ton, lebih tinggi dari harga CPO kuartal empat 2008 yang hanya mencapai US$ 509 per ton. Meskipun demikian, angka itu masih lebih rendah ketimbang dua kuartal pertama awal 2008, yang berada di atas level US$ 1.000 per ton. Harga komoditas ini pada kuartal pertama dan kedua 2008 masing-masing tercatat sebesar US$ 1.136 per ton dan US$ 1.194 per ton.

Sebelumnya, Dewan Minyak Sawit Indonesia (DMSI) mengatakan, ekspektasi perbaikan ekonomi dunia akan memulihkan permintaan CPO, sehingga harga komoditas ini bisa menembus level US$ 750 per ton. "Kami yakin permintaan akan pulih, sehingga harga minyak sawit saat itu akan terdongkrak mencapai level US$ 750 per ton," ujar Wakil Ketua I DMSI Derom Bangun. [P1]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.