INILAH.COM Jakarta - Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) memberikan penghargaan Satya Karya Bakti kepada Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) yang dinilai sebagai pengembang usaha dan kader HIPMI yang berhasil menjalankan tugas negara.
Penghargaan itu diserahkan dalam Silaturahmi Keluarga Besar HIPMI HUT HIPMI ke-37 di Jakarta Convention Center, Jakarta, akhir pekan ini.
Dalam sabutannya JK menyatakan perbedaan dari pengusaha dan pemerintah. Yakni pemerintah lebih mengedepankan proses dibandingkan pengusaha. Sedangkan pengusaha bertindak sebaliknya. "Pemerintah mencapai sesesuatu terserah hasilnya namun yang penting ialah prosesnya. Sedangkan pengusaha yang penting hasilnya," tukas JK dalam sambutannya seperti dikutip dari sebuah situs nasional.
Prosedur dapat diperbaiki, dipercepat dan diatur. "Yang tidak bisa saya ubah hanya Al Qur'an, Hadits dan Injil," cetusnya.
"Kita tidak pernah melanggar aturan karena aturan kita perbaiki. Karena kalau tidak, kita akan terbelenggu aturan-aturan," imbuhnya.
JK juga menjelaskan, demokrasi dan politik selalu saling berpengaruh. Contohnya ialah China yang membuka ekonominya tetapi tidak membuka politiknya. Tetapi hasilnya, sekarang China lebih maju.
Dalam kesempatan itu, JK juga menyatakan bangganya karena sudah banyak anak muda yang berwirausaha. Sebelumnya Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia Erwin Aksa menuturkan mengenai regenerasi teknokrasi. Regenerasi dinilai penting dan relevan karena selama ini baru bisa dilakukan melalui pemilu yang prosesnya cukup panjang. [hid]