INILAH.COM, Jakarta - Lokasi musyawarah nasional (Munas) Partai Golkar di Pekanbaru Riau pada 4-7 Oktober hanya memberi dampak psikologis publik pada masing-masing kandidat ketua umum. Namun, tak berarti calon ketua umum Aburizal Bakrie alias Ical yang disebut-sebut mendapat dukungan dari Riau dipastikan menang.
"Kedekatan jarak lokasi atau sentimen tempat dengan para kandidat hanya memberikan warna untuk pembentukan opini publik. Tapi untuk hak suara dalam pemilihan ya nggak dong. Sama saja," ujar pengamat politik dari Universitas Gadjah Mada Arie Sudjito kepada INILAH.COM, Minggu (16/8).
Arie menuturkan, lokasi Munas di Riau bisa digunakan Ical untuk menggalang dukungan dan memobilisasi pendukungnya. Hal itu bisa dilakukan dengan diskusi-diskusi untuk mengarahkan peserta Munas dalam mendukungnya.
"Itu sangat mempengaruhi psikologi politik di publik. Kalau DPD sudah punya pilihan yang jelas, maka tidak akan mudah terpengaruh. Hak suara biasanya hanya akan terpengaruh oleh figur atau uang," tandasnya.
Dia memprediksi akan terjadi adalah tarik-menarik dukungan antar calon ketua umum untuk memperebutkan posisi. Namun walaupun Ical mendapat dukungan kuat di Riau, hal itu tidak berarti suaranya pasti lebih besar dari kandidat yang lain.
Munas Golkar rencananya akan digelar di Pekanbaru Riau pada 4-7 Oktober untuk memilih ketua umum yang untuk periode 2009-2014. Sebagai cadangan, Golkar menyiapkan Makassar Sulawesi Selatan. Kandidat yang bakal bertarung dalam Munas adalah anggota Dewan Penasehat Aburizal Bakrie, Ketua Dewan Penasehat Surya Paloh, serta anggota FPG Yuddy Chrisnandi dan Ferry Mursyidan Baldan. [mvi/fiq]