Jumat, 25 Mei 2012 | 22:11 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Mega Tak Hormat Saat Bendera Dikibarkan
Headline
Megawati - inilah.com /Dokumen
Oleh: Windi Widia Ningsih
web - Senin, 17 Agustus 2009 | 11:45 WIB
INILAH.COM, Jakarta - Saat Sang Merah Putih dinaikkan dan lagu Indonesia Raya dikumandangkan, peserta upacara akan langsung mengambil sikap tubuh hormat. Namun di Kantor DPP PDIP, Megawati Soekarnoputri menjadi satu-satunya peserta upacara yang tidak mengangkat tangannya saat bendera dikibarkan. Mengapa?

Mega yang tak hadir pada upacara peringatan HUT RI di Istana Merdeka memilih mengikuti upacara yang dipimpin anaknya sendiri Puan Maharani di halaman Kantor DPP PDIP Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Senin (17/8). Upacara itu dihadiri pengurus PDIP dari tingkat pusat sampai tingkat cabang.

Saat bendera merah putih dinaikkan dan lagu Indonesia Raya dikumandangkan, Mega tampak berdiri tegak dengan lengan tetap dalam posisi siap. Sampai pengibaran bendera selesai, Mega yang berdiri disamping suaminya, Ketua Dewan Pertimbangan Pusat PDIP Taufik Kemas masih tak mengambil sikap hormat seperti halnya peserta upacara lainnya.

Meski demikian, Mega membantah dirinya tidak menghormati Sang Merah Putih. "Oh tidak. Itu tergantung masalahnya. Saya tahu aturan kok," tandas Mega.

Menurut Mega, dalam upacara bendera ada dua aturan tentang penghormatan. Bagi peserta yang memakai topi memang diwajibkan memberikan hormat saat bendera dinaikan. Namun yang tidak menggunakan topi bisa mengambil sikap tubuh hormat dan bisa juga tidak hormat.

"Saya memilih yang lebih baik tegak saja," cetusnya.

Mega pun menegaskan, peringatan hari kemerdekaan bisa dilakukan dimana saja. Itu sebabnya, dirinya tak mengikuti upacara di Istana Merdeka.

"Saya mengatakan itu kan hanya undangan, jadi bisa di mana saja. Karena di sini juga mengadakan acara, jadi saya lebih memberatkan di sini. Di sana kan sudah banyak orang yang datang. Kan kalau di sini tentunya yang banyak datang orang PDIP," ujarnya. [win/fiq]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
8 Komentar
MasBat
Rabu, 19 Agustus 2009 | 00:02 WIB
payah...! Kaya gini jadi calon presiden...! Untung gagal!
A Gaw
Selasa, 18 Agustus 2009 | 12:24 WIB
Everything you do.....we always Luv U Mom......
Ir.erzandi
Selasa, 18 Agustus 2009 | 09:46 WIB
Waduh... Ibu lebih berat ke Partai Ya, ya jelas jd pertanyaan dong di masyarakat Buw.. belum jd presiden gitu aja udah mementingkan kepentingan pribadi Buww..buw.. jgn Bikin malu Kel Soekarno dong.. Masalah yang ndak pake topi pun boleh Hormat, apa salah nya sich Hormat ndak nyampe 5 Menit. Wartawan Udah Benar kasih Berita, tinggal kita yang menafsirkan nya. Hidup Pers.. lanjutkan tugas kalian tanpa kalian semua orang yang hebat2 ndak bakal tau Dunia.
Dino R
Selasa, 18 Agustus 2009 | 09:38 WIB
Heran saya, kok masih ada yang milih ibu yang satu ini ya untuk jadi presiden........
herwan
Selasa, 18 Agustus 2009 | 08:20 WIB
cerminan dari hati yang tidak negarawan. kalah tidak legowo, diluar bertindak amburadul
pengamat
Selasa, 18 Agustus 2009 | 07:50 WIB
wartawannya mustinya liat kondisi apakah megawati saat itu pake topi atau tidak? kalo pake topi dia harus hormat dengan mengangkat tangan seperti polisi/tentara, sementara jika gak pake topi, sikap hormatnya memang harus tegap saja. Hal ini pernah saya tanyakan kepada ayah saya kenapa di sekolah kita gak hormat seperti tentara (waktu itu di SD pada saat upacara kami tidak pake topi)? Sebaiknya wartawan berita ini harus belajar dulu mengenai baris berbaris.
rauf
Selasa, 18 Agustus 2009 | 07:21 WIB
kok capres banget sih .... pemalas lagi... undangan kok diremehin????? bilang aja males ato ngambek ga' kepilih jadi presidan he heh he he ..sabarya mega
kukuh
Selasa, 18 Agustus 2009 | 06:10 WIB
Ibu...ibu...undangan kok diremehkan...bagi seorang muslim yang mengundang saudara muslimnya dlm hal kebaikan,wajib hukumnya bagi yg diundang utk datang...gak prnh ngaji ya bu ???? ckckckck
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.