INILAH.COM, Jakarta - Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) mengharapkan pemerintahan SBY-Boediono untuk serius mendukung tekad HIPMI dalam memunculkan para wirausahan atau enterpreneruship baru di Indonesia.
Ketua Perdagangan HIPMI Hari Warganegara di Jakarta, Senin (17/8), mengatakan, bentuk dukungan pemerintah tersebut misalnya dengan menurunkan tingkat suku bunga perbankan yang selama ini menjadi kendala utama bagi pengusaha baru. "Sehingga semangat kewirausahaan di kalangan muda muncul," katanya dalam keterangan tertulisnya.
Selain itu, tambahnya, yang terpenting adalah, bagaimana agar masyarakat Indonesia menjadi tuan di rumahnya sendiri dalam melakukan kegiatan usahanya bukan menjadi pembantu di negeri sendiri.
Sementara itu HIPMI juga meminta pengusaha baru untuk mencapai kualitas nasional bahkan internasional, melalui pelaksanaan berbagai kegiatan HIPMI seperti HIPMI Ekspo, Business Forum dan Business Plan Competition.
Menyinggung HIPMI Ekspo yang telah ditutup pada Sabtu 15 Agustus 2009 tersebut, Hari yang juga Ketua Pelaksana Acara HIPMI itu mengatakan, kegiatan tersebut bertujuan untuk mensosialisasikan kewirausahaan bagi para pengusaha baru, anggota HIPMI, maupun masyarakat umum, agar mencapai kualitas nasional maupun internasional.
Menurut dia, HIPMI Ekspo juga dimaksudkan untuk menjaring dan menciptakan sekitar 3-5 juta pengusaha muda baru di seluruh Indonesia.
Bahkan, tambahnya, HIPMI juga bertekad untuk memberikan modal kerja bagi peserta business plan competition yang menang, sehingga memberikan semangat untuk berusaha bagi para pengusaha muda. Hari mengharapkan, di masa mendatang produk-produk rekan HIPMI bisa menembus pasar internasional.
Sementara itu, Ketua Panitia HIPMI Ekspo Teddy Bachtiar menambahkan, pihaknya juga berharap agar terjalin sinergi yang baik dan efektif antara seluruh anggota HIPMI daerah maupun di pusat sehingga semakin membuka pasar-pasar baru yang potensial bagi pengembangan produk-produk daerah.
Ia mencontohkan, produk kulit buaya asal Papua yang dikelola anggota HIPMI Papua, diharapkan bisa dipasarkan di daerah lain seperti Pulau Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Bali, dan yang lainnya, melalui pertemuan para anggota HIPMI pada ajang HIPMI Ekspo tersebut.
Menanggapi itu, Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Muhammad Lutfi mengatakan, peran serta HIPMI di masyarakat cukup baik karena itu harus didukung oleh seluruh elemen masyarakat, pemerintah, dan kalangan dunia usaha lainnya.
"Kami berharap, dengan peran HIPMI yang semakin baik itu, juga semakin meningkatkan iklim investasi di Indonesia. Sehingga ke depan, produk-produk Indonesia yang akan dipasarkan ke pasar internasional, sudah memiliki nilai tambah dan membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat kita," katanya. [*/hid]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !