INILAH.COM, Gorontalo - Salah seorang kandidat Ketua Umum DPP Partai Golkar, Yuddy Chrisnandi mengungkapkan kondisi partai tersebut saat ini memprihatinkan. Partai berlambang beringin itu, menurut dia nyaris kehilangan identitas politik.
"Tanda-tanda pelapukan organisasi dalam tubuh Golkar begitu jelas. Partai ini gagal menghasilkan kader muda yang diakui kawan maupun lawan," ujar Yuddy saat berkunjung ke Gorontalo, Senin (17/8).
Hal tersebut, kata dia, tampak dari hasil Pemilu 2009, di mana posisi nomor dua yang diraih Golkar dengan perolehan suara hanya 14%. Angka ini menjadi perolehan terendah sepanjang sejarah Golkar. Dia menilai hal ini terjadi karena sebagian elite Golkar tidak lagi memiliki konsistensi dan hanya memikirkan kepentingan pribadi.
"Seharusnya kalau tidak suka Golkar lagi bisa meninggalkan. Tapi jangan mengkhianati. Golkar di ambang kehancuran karena telah hilang rasa gotong royong yang dimiliki para elitnya sendiri," paparnya.
"Bayangkan saja bagaimana kalau tanpa dukungan Hanura dan ormas-ormas besar, tentunya perolehan suara akan lebih rendah lagi," imbuh Yuddy.
Pernyataan itu, jelasnya, bukan berarti dia ingin menumbuhkan pesimisme di kalangan kader Golkar dan masyarakat. Namun fakta yang terjadi di tubuh Golkar itu seharusnya menjadi motivasi untuk berbenah. [*/nuz]