INILAH.COM, Gorontalo - Politisi muda Golkar, Yuddy Chrisnandi tak ingin jor-joran soal dukungan yang diterimanya sebagai salah satu kandidat ketua umum partai berlambang pohon beringin itu. Yuddy mengaku mengantongi dukungan dari 60 Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Golkar tingkat I maupun tingkat II.
"Kalau yang lain sudah mengklaim akan didukung ratusan DPD, maka dukungan terhadap saya baru 60-an saja termasuk DPD II Kota Gorontalo," ujar Yuddy di Gorontalo, Senin (17/8).
Yuddy mengaku heran dengan klaim kandidat lain yang menyatakan didukung ratusan DPD. Ada salah satu kandidat mengklaim sudah mengantongi dukungan dari 500 DPD, sementara kandidat lainnya lagi mengaku didukung 400 DPD.
"Kalau dijumlahkan berarti DPD Golkar sudah 900, padahal jumlah seluruh DPD se-Indonesia hanya 400-an saja," ujarnya.
Menurut Yuddy, jika masing-masing kandidat mengklaim demikian, maka mekanisme musyawarah nasional (Munas) Golkar untuk mencari pengganti JK tidak diperlukan lagi. Yuddy menegaskan, dukungan yang diklaim para calon tersebut sebenarnya hanyalah komunikasi politik semata dan tak bisa dijadikan patokan dalam perolehan suara nanti.
Dia pun berharap, siapapun yang terpilih sebagai ketua umum harus bisa menjauhkan partai tersebut dari kehancuran akibat adanya sejumlah pengkhianat di tubuh Golkar sendiri.
"Saat ini Golkar dipenuhi orang yang hanya ingin mendapatkan jabatan, tapi tak memikirkan perbaikan dan nasib Golkar ke depan," tandas Yuddy.
Meski demikian, Yuddy berjanji jika dirinya terpilih kelak akan tetap merangkul 'para pengkhianat' tersebut untuk menata Golkar. Yuddy menyatakan dirinya akan membawa Golkar menjadi partai yang bukan lagi partai pemerintah. "Namun sebagai partai rakyat," pungkasnya. [*/fiq]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !