INILAH.COM, Gorontalo - Calon kandidat Ketua Umum Partai Golkar, Yuddy Chrisnandi berjanji akan memberantas politik uang. Money politics selama ini dianggapnya telah menjadi racun di tubuh partai.
"Seharusnya partai itu tujuan akhirnya mensejahterakan rakyat. Jika itu tak tercapai maka ada yang salah dalam partai tersebut," ungkap Yuddy di Gorontalo, Senin (17/8).
Menurutnya, Golkar diibaratkan seperti kapal Titanic. Golkar memiliki banyak kemewahan, tetapi justru terjebak dalam kemewahan tersebut dan mulai menuai banyak kritikan dari kosntituennya sendiri.
Ia menjelaskan demi kepentingan konstituen, Golkar seharusnya membuang jauh individualisme akut yang melanda pimpinannya. Sebanyak 15 juta suara yang diraih partai tersebut dalam Pemilu 2009, tak bisa dihargai dengan sekadar uang.
"Kalaupun ada uang, maka apabila pemilih diberikan seratus ribu per orang, berarti Golkar harus mengeluarkan uang sebanyak 1,5 trilyun rupiah, itupun hanya akan habis dalam dua hari," tukasnya.
Oleh karena itu, ia menyatakan tak boleh ada satupun kekuatan di dalam organisasi partai yang menghambakan uang di atas kerja dan keringat orang lain.
Lebih jauh ia mengungkapkan Golkar memang bukanlah partai baru. Namun, justru karena terlalu lama bisa memunculkan semangat seolah-olah semua berjalan pada arah yang benar dan tepat. "Golkar justru mempermalukan diri untuk ke sekian kalinya, kalau fungsionarisnya masih ada yang duduk di Kabinet Indonesia Bersatu jilid dua nanti," pungkasnya. [*/bar]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !