INILAH.COM, Jakarta - PT Kimia Farma Tbk (KAEF) bersama dengan Kementerian Negara BUMN dan PT Indofarma Tbk (INAF) telah membentuk tim untuk merealisasikan proses peleburan KAEF dan INAF.
Hal ini dijelaskan Sekretaris Perusahaan Kimia Farma Endang Suyarti dalam keterbukaan informasi ke BEI, Kamis (20/8). "Pembentukan holding BUMN Farmasi merupakan suatu share holder action sesuai dengan road map Kementerian BUMN guna meningkatka daya saing perusahaan BUMN Farmasi," kata Endang.
Selain membentuk tim, perusahaan BUMN ini juga akan menunjuk konsultan-konsultan yang diperlukan dalam proses peleburan ini. Proses-proses yang berkenaan dengan Kantor Meneg BUMN dan Departemen terkai untuk ptoses share holder action ini akan dilakukan oleh Kementerian BUMN.
Selain itu, Perusahaan obat-obatan Kimia Farma Tbk (KAEF) akan melakukan diversifikasi ke obat Non Generik. Diversifikasi ini dilakukan dalam rangka melengkapi range produk perusahaan dengan obat-obat yang terjangkau dan dibutuhkan oleh masyarakat dan yang memiliki nilai tambah lebih besar seperti obat HIV AIDS, TB, dan Plasma Darah.
Saat ini, lanjut Endang, perseroan telah memproduksi ARV Lini 1 yang sangat dibutuhkan oara oenderita HIV AIDS yang pertumbuhannya melonjak tajam. Untuk itu, perseroan sedang menjajaki untuk melengkapi kebutuhan ARV Lini II. [san/hid]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !