INILAH.COM, Jakarta - Adik terpidana mati Bom Bali I Amrozi dan Muklas, Ali Fauzi mengaku senang dengan gaya pendekatan mantan Kepala Detasemen Khusus 88 Brigjen Pol (purn) Suryadharma Salim. Yakni agar tidak terlibat dalam aksi teror lanjutan.
"Apa yang dilakukan oleh Pak Surya (Mantan Komandan Densus 88 Surya Dharma Salim) adalah dengan pendekatan personal, kita sepakat itu," ujar Ali Fauzi dalam diskusi mengenai Deradikalisasi terorisme di Kampus FISIP UI, Depok (20/8).
Namun, Fauzi juga mengaku pesimis dengan adanya pendekatan kepada keluarga teroris hanya dilakukan satu pihak saja, seperti yang dilakukan Suryadharma. Menurutnya, perlu ada kerjasama dengan berbagai departemen untuk melunakkan tindakan radikal.
"Seharusnya ada dukungan dan keterlibatan dari pihak Departemen Agama tentang pola pikir, bahas argumen apakah negara itu berhak diperangi," tutur Ali.
Fauzi mengumpamakan, saat ini keluarganya seperti anak ayam yang kehilangan induknya. Hal itu terjadi setelah dimatikan oleh si pemilik.
"Mereka hanya bisa cuit-cuit saja karena induknya tidak ada. Dan tidak ada satupun departemen yang bersimpati bahkan dari Depag. Jangan sampai forum ini menjadi sebagai kajian akademis harus ada program implementasi di lapangan," lanjut Fauzi yang mengaku sedang mengambil program pasca sarjana di Universitas Muhammadiyah Surabaya.
"Kita semua sepakat dengan program deradikalisasi," kata Ali. [mvi/jib]