INILAH.COM, Banda Aceh - Ratusan warga yang mengaku kaum dhuafa dan fakir miskin memecahkan kaca salah satu ruangan di Kantor Gubernur Aceh di Banda Aceh, hari ini. Hal ini dilakukan setelah harapan memperoleh bantuan tidak terpenuhi.
Sedikitnya 500 orang dari sejumlah daerah, antara lain Aceh Besar, Kota Banda Aceh, Pidie, Pidie Jaya, Bireuen, Aceh Utara, dan Aceh Timur itu mendatangi Kantor Gubernur Aceh sejak beberapa hari terakhir. Mereka mendatangi kantor gubernur untuk meminta jatah uang daging meugang menjelang Ramadhan 1430 Hijriyah.
Tak hanya itu, puluhan orang yang mengaku fakir miskin dari luar Banda Aceh dan Aceh Besar, dilaporkan sempat menginap di komplek Kantor Gubernur Aceh, Jl Teuku Nyak Arief itu. Warga mengancam akan menduduki kantor gubernur sampai tuntutan dan bantuan dana meugang (hari penyembelihan hewan ternak) dipenuhi.
Gubernur Irwandi Yusuf akhirnya menemui mereka. Dia mengatakan, pemerintah sudah tidak memiliki dana lagi untuk membantu uang warga yang mengaku miskin itu. "Saya tidak ada uang lagi. Bahkan, gaji saya senilai Rp18 juta untuk bulan ini sudah habis saya bagikan kepada warga yang datang," ujarnya.
Mendapat jawaban itu, ratusan orang itu kecewa. Mereka kemudian memecahkan kaca di salah satu jendela yang ada di kompleks Gubernur Aceh itu. Sekitar 100 personel Polri jajaran Poltabes Banda Aceh serta Satgas Polisi Pamong Praja akhirnya diturunkan untuk mengamankan situasi di kantor tersebut pada pukul 17.30 WIB. [*/nuz]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !