INILAH.COM, Tolitoli Menjelang bulan suci Ramadhan, Front Pembela Islam (FPI) di berbagai wilayah biasanya sibuk merazia tempat-tempat yang dianggap maksiat. Namun, di Kabupaten Tolitoli, Sulawesi Tengah, mereka melakukan hal yang sedikit berbeda. Mereka meminta pemerintah setempat segera menertibkan peternakan babi.
"Ada lokasi peternakan babi di dusun Malempa, Desa Dadakitan yang tidak memperhatikan lingkungan. Kotoran ternak sudah mencemari sungai," kata Ketua FPI Tolitoli Andi Hamka, Jumat (21/8).
Sehari sebelumnya, FPI melakukan aksi penolakan terhadap lokasi peternakan babi milik seseorang warga di desa tersebut. Mereka meminta agar lokasi itu dipindahkan ke lokasi yang aman karena tempat yang digunakan saat ini sudah mengganggu lingkungan sekitarnya seperti sungai.
Aliran sungai tersebut, katanya, digunakan masyarakat untuk mencuci, mandi dan memasak. "Kami berikan waktu satu minggu untuk memindahkan lokasi peternakan itu. Kalau tidak kami akan bertindak," kata Hamka tanpa menjelaskan tindakan yang akan dilakukan selanjutnya.
Dia mengatakan, berdasarkan hasil mediasi oleh kepala desa setempat, pemilik ternak bersedia memindahkan lokasi peternakannya. Bahkan pemilik ternak babi tersebut langsung membubuhkan tanda tangan sebagai bukti keseriusannya untuk memidahkan lokasi ternaknya.
Menurut Hamka, pembuangan kotoran ternak itu tidak saja mencemari sungai tetapi juga empang yang cukup luas milik peternak. Sementara hasil empang tersebut diduga tidak saja dikonsumsi sendiri oleh pemiliknya tetapi juga dijual di pasar.[*/nuz]