INILAH.COM, Tangerang - Pengamanan Bandara Soekarno-Hatta selama beberapa pekan terakhir semakin diperketat untuk mengantisipasi ancaman terorisme. Sedikitnya ada 300 kamera tersembunyi yang dipasang di lokasi rawan dan keramaian.
"Langkah kami harus bersifat preventif karena jangan sampai ada teror di sekitar bandara," kata Kepala Hubungan Masyarakat PT Angkasa Pura II, Trisno Heryadi di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Cengkareng, Tangerang, Sabtu (22/8).
Trisno menjelaskan, pengamanan terhadap penumpang diperketat di sekitar terminal keberangkatan maupun kedatangan pesawat. Pemeriksaan dilakukan secara mendetail terhadap seluruh penumpang pesawat, barang bawaan (bagasi), barang paket (kargo), bahkan kendaraan yang masuk akses ke bandara terbesar di Indonesia tersebut.
Menurut Trisno, pengelola bandara juga menempatkan petugas hampir di sekitar obyek vital (obvit), serta memasang kamera tersembunyi sekitar 300 unit di lokasi rawan dan keramaian. Setiap penumpang pesawat yang berangkat dari Soekarno-Hatta harus menjalani pemeriksaan manual dengan cara digeledah mulai tutup kepala hingga sepatu mereka.
Untuk mengamankan bandara yang hingga kini masih berstatus siaga itu, PT AP II berkoordinasi dengan sejumlah instansi terkait seperti dengan Mabes Polri, Garnisun TNI, BAIS, serta Badan Intelijen Negara (BIN).
"Selain itu, kita juga mengerahkan petugas keamanan internal yang dimiliki pengelola bandara," imbuh Trisno. [*/fiq]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !