INILAH.COM, Jakarta - Kecewa ditolak calon mertua (camer), Igzan (21) warga Bantul, Yogyakarta gantung diri seusai makan sahur. Igzan mengakhiri hidupnya karena hubungan cintanya dengan sang kekasih tak disetujui.
Salah seorang kerabat Igzan, Suparman mendapati pemuda itu sudah tidak bernyawa akibat gantung diri menggunakan tali di kamarnya di Dusun Jigudan, Pandak, Kabupaten Bantul, Yogyakarta, Sabtu (22/8) sekitar pukul 07.00 WIB. Padahal sebelumnya, Igzan sempat makan sahur bersama keluarganya.
Suparman curiga karena sejak pagi Igzan tidak keluar kamar. Biasanya sekitar pukul 06.00 WIB, Igzan sudah keluar dari kamarnya. "Saya ketuk pintu kamarnya, tetapi tidak ada jawaban. Karena tidak ada jawaban, saya buka paksa pintu, dan ternyata Igzan sudah tergantung dengan seutas tali," ujarnya.
Menurut Kapolsek Pandak AKP Imam Supangi, keluarga Igzan sudah memanggil dokter untuk meminta pertolongan karena menduga Igzan belum lama gantung diri. Namun upaya tersebut gagal, dan nyawanya tidak dapat diselamatkan. Berbagai keterangan yang dikumpulkan polisi dari sejumlah saksi dan keluarga menyebut Igzan diduga gantung diri karena kecewa hubungan cintanya tidak disetujui orang tua pihak perempuan.
"Menurut keluarganya, Igzan sebelumnya sempat mengutarakan kekecewaannya karena hubungan cintanya tidak disetujui pihak
keluarga perempuan. Ini kemungkinan yang menjadi alasan dia mengakhiri hidupnya," jelas Imam.
Imam menyebut hasil pemeriksaan petugas di Puskesmas Pandak dan olah tempat kejadian perkara (TKP) tidak ditemukan tanda-tanda yang mencurigakan. Igzan dinyatakan murni meninggal akibat bunuh diri dengan cara menggantung diri.
"Karena tidak ada kejanggalan maupun tanda-tanda yang mencurigakan lainnya, jenazahnya diserahkan ke pihak keluarga untuk dimakamkan," jelasnya. [*/fiq]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !