Jumat, 25 Mei 2012 | 22:12 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Anas: Awasi Dakwah Bukan Tindakan Jitu
Headline
Anas Urbaningrum - inilah.com/ Wirasatria
Oleh: Djibril Muhammad
web - Minggu, 23 Agustus 2009 | 15:51 WIB
INILAH.COM, Jakarta - Keinginan polisi membatasi gerak-gerik Noordin M Top dengan mengawasi pelaksanaan dakwah selama ramadhan dianggap tidak akan berhasil. Karena lebih banyak negatifnya ketimbang positifnya.

"Mengawasi dakwah adalah pilihan yang tidak jitu. Karena teknik yang dipakai para teroris adalah brainwashing. Bukan dengan ceramah-ceramah umum," cetus Ketua DPP Partai Demokrat Anas Urbaningrum kepada INILAH.COM di Jakarta, Minggu (23/8).

Karena itu, menurut mantan anggota KPU ini mengawasi dakwah merupakan pilihan yang cenderung mubazir. Apalagi, lebih banyak mudaratnya ketimbang manfaatnya.

"Justru polisi perlu melengkapi kerjanya dengan pendekatan sosiokultural. Bekerjasama dengan ormas-ormas Islam, para ulama, dan para dai adalah pilihan yg bijak dan tepat," imbuh Anas.

Bahkan, tutur manta Ketua Umum PB HMI ini, polisi perlu melakukan pendekatan kepada tokoh dan komunitas yang cenderung dimanfaatkan para teroris sebagai semacam 'habitat'.

"Dengan cara tersebut, di samping tindakan keamanan yang keras, ruang gerak para teroris makin sempit, karena orang-orang atau komunitas yang 'membiarkan' bergeser posisi pada barisan anti terorisme," pungkas Anas. [jib]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
1 Komentar
Moch. Zamzami
Minggu, 23 Agustus 2009 | 16:35 WIB
Tepat. Salut kepada Bung Anas. Polisi harus dengan besar hati mendengar usulan/pemikiran Anas U. Dia kan bekas "kader Islam" di HMI. Kalau Polisi beranggapan orang jadi teroris karena mendengar dakwah dalam Ramadhan maka jumlah teroris akan lebih banyak dari Polisi. Jangan paksa/seret Indonesia jadi Afghanistan atau Pakistan. Dibutuhkan Polisi cerdas.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.