INILAH.COM, Cimahi - Meski telah dijaga ketat aparat keamanan, namun demonstran tetap bisa menerobosos pagar Gedung DPRD Cimahi, Jabar, yang sedang menggelar acara pelantikan anggota dewan. Situasi pun menjadi ricuh. Massa dorong-dorongan dengan aparat.
Massa Komite Serikat Pekerja dan Serikat Buruh Kota Cimahi memaksa ingin menyampaikan aspirasi di Gedung DPRD Kota Cimahi, Senin (24/8). Massa dihadang ratusan petugas dari Dalmas Polresta Cimahi dan Satpol PP Cimahi, tepatnya di jalan masuk gedung dewan dekat Masjid Raya Kota Cimahi. Aksi saling dorong sempat terjadi antara pengunjuk rasa dengan petugas.
"Kedatangan kami di sini untuk menuntut pembentukan Perda Perlindungan Ketenagakerjaan bukan perda untuk melindungi diri sendiri," ujar Koordinator Komite Edi Suherdi.
Selain itu, massa juga meminta anggota DPRD Kota Cimahi periode 2009-2014 yang sedang dilantik untuk mendesak lembaga eksekutif melakukan penegakan hukum ketenagakerjaan di Kota Cimahi.
"Kami ingin ada penegakan hukum ketenagakerjaan di Kota Cimahi, saat ini 80 persen pabrik di Cimahi menindas pekerjanya," ujarnya.
Edi juga menyatakan, meski ada 2 perwakilan buruh dalam komposisi anggota DPRD yakni Robin Sihombing (PAN) dan Bambang Suprihatin (Partai Hanura), namun pihaknya pesimistis mereka akan memperjuangkan perbaikan nasib buruh.
"Secara institusi mereka memang dari buruh, tapi mereka jadi dewan menggunakan kendaraan politik dari partai, bukan kami. Kami hanya melakukan kontrak moral dengan kedua orang itu, bukan kontrak politik," kata Edi.
Setelah 15 menit berunjuk rasa di jalan masuk menuju Gedung DPRD, massa berhasil menerobos masuk ke gedung dewan. Pengamanan dari pihak kepolisian semakin diperketat. Aksi saling dorong antara massa dengan pihak kepolisian berlanjut di depan pintu gerbang utama Gedung DPRD Kota Cimahi. [*/sss]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !