INILAH.COM, Jerusalem - Faksi Palestina yang menguasai Jalur Gaza, Hamas, mulai mempersempit ruang gerak warga. Termasuk di antaranya menerapkan dress code dan melarang mereka yang berbeda jenis kelamin berada di satu tempat sama.
Media Israel, Haaretz, Senin (24/8), melaporkan Departemen Pendidikan Hamas tak segan mengeluarkan siswi Gaza yang tak mengenakan jubah panjang, baju Muslim, dan penutup kepala saat mereka berada di sekolah atau universitas.
Selain itu, Departemen tersebut melarang guru perempuan mengajar murid laki-laki dan sebaliknya. Aturan itu tak sembarangan dikeluarkan, sebab Hamas mengawasi dengan ketat, bahkan hingga inspeksi langsung ke lapangan.
Tak hanya di institusi pendidikan, Hamas memberlakukan peraturan yang sama di sejumlah tempat publik seperti pantai. Perempuan dan laki-laki juga tak boleh terlihat bersama di tempat umum. Negara Arab memang menerapkan hukum Islam, namun tak seketat peraturan baru Hamas ini. [vin]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !