INILAH.COM, London - Pembunuh manusia di abad ini ternyata ada di sekitar kita. Perlahan tapi pasti, sang pembunuh akan menghabisi nyawa sekitar 1 miliar manusia. Siapa gerangan?
Pembunuh manusia di abad 21 itu tak lain adalah tembakau. Laporan ahli yang dimuat dalam Tobacco Atlas terbaru oleh World Lung Foundation and American Cancer Society, Rabu (26/8) menyebutkan, tembakau bertanggung jawab atas satu dari 10 kematian di seluruh dunia.
Laporan itu mengungkap rata-rata perokok meninggal 15 tahun lebih dini dibandingkan orang yang tidak merokok. Penggunaan tembakau juga diprediksi akan menewaskan 6 juta orang pada 2010. Kematian itu disebabkan penyakit kanker, jantung, bengkak pada paru-paru karena pembuluh darahnya kemasukan udara dan penyakit lain. Tembakau pun bakal menewaskan sepertiga sampai separuh perokok.
Menurut para ahli, risiko kematian akibat kanker paru-paru 23 kali lebih besar pada pria perokok dibandingkan dengan yang tidak merokok. Risiko itu juga 13 kali lebih tinggi pada perempuan perokok. Laporan itu pun menyebutkan ada 200 ribu orang yang tewas karena menjadi perokok pasif di tempat kerja setiap tahunnya.
Penggunaan tembakau juga akan menewaskan 250 juta dari seluruh remaja dan anak-anak saat ini. Data Tobacco Atlas menyebutkan hampir seperempat pemuda yang merokok mencicipi rokok pertama mereka sebelum usia 10 tahun. Sebanyak 50 juta anak di China yang kebanyakan lelaki, akan meninggal pada usia dini akibat penyakit yang berkaitan dengan tembakau.
Laporan itu menyebutkan pemakaian tembakau menelan biaya global sebanyak US$ 500 miliar dalam bentuk biaya medis langsung, kehilangan produktivitas dan kerusakan lingkungan hidup. Tembakau juga mengambil alih potensi produksi makanan di atas lahan pertanian seluas hampir 4 juta hektare di planet ini atau sama dengan luas perkebunan jeruk atau pisang.
Dalam laporan itu terungkap ada 1 miliar pria yang merokok, 35 persen pria berasal dari negara kaya dan 50 persen pria di negara berkembang. Sementara itu ada 250 juta perempuan merokok setiap hari, 22 persen diantaranya berasal negara maju dan 9 persen berasal dari negara berkembang.
Laporan itu menyebut angka perokok di kalangan perempuan stabil atau naik di beberapa negara di Eropa timur, tengah dan selatan. China tercatat sebagai negara dengan warga yang cukup aktif merokok dengan konsumsi rokok sebesar 37 persen dari konsumsi rokok dunia. Di China, hampir 60 persen pria adalah perokok. [*/fiq]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !