INILAH.COM, Jakarta - Sekretaris Umum Dewan Minyak Sawit Indonesia (DMSI) meyakinkan walaupun September Bea Keluar (BK) Kelapa Sawit (CPO) kembali 0%, namun pendapatan produsen sudah pasti ikut terkerek.
"Kalau bea keluar tidak ada, berarti harga rendah, dengan demikian pendapatan pengusaha pun ikut turun," tandas Bambang Aria.
Menurutnya, tidak adanya BK CPO bukan berarti memberikan keuntungan bagi pengusaha. Karena, bersamaan dengan kenyataan tersebut harga produk pun ikut turun. Padahal hampir 70% produk CPO nasional lebih ditujukan ke pasar ekspor.
Ia menjelaskan dari sekitar 20 juta ton produksi CPO nasional, yang terserap pasar domestik hanya sekitar 4 sampai 5 juta ton, dan sisanya untuk pasar ekspor. Adapun pasar ekspor antara lain ke Timur Tengah, Afrika, dan juga Eropa.
Untuk diketahui, untuk bulan September sudah dipastikan kalau BK CPO kembali 0%. Hal ini dikarenakan harga pokok ekspor (HPE) September masih US$615 per metrik ton.
Persoalan lain bahwa harga CPO Indonesia kalau di pasar spot, menurut Bambang, lebih murah dari harga CPO Malaysia. Adapun masalah utamanya adalah belum bagusnya infrastruktur pengangkutan. [cms]