INILAH.COM, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Kamis (27/8) diperkirakan rebound. Beberapa saham yang terkorelasi dengan puasa dan Lebaran mendapat rekomendasi positif, seperti TLKM, JSMR, MPPA, UNVR dan INDF.
Analis pasar modal dari Reliance Securities Hendri Siahaan mengatakan, IHSG masih berpeluang menguat dipicu faktor eksternal. Hal ini muncul seiring ekspektasi membaiknya ekonomi AS. Sentimen dari AS akan berimbas pada naiknya bursa regional dan IHSG, katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, Rabu (26/8) petang.
Sementara itu, rally di bursa Asia terganggu pengetatan kredit di China. Namun, ia melihat kebijakan likuiditas itu hanya digunakan untuk meredam laju inflasi, bukan untuk menghambat pertumbuhan ekonomi China, apalagi menekan impor.
Saya pikir, dampaknya ke bursa pun tidak seburuk yang diperkirakan pasar, ujarnya. Ia meyakini, pasar akan lebih merespon perbaikan ekonomi di AS daripada dampak pengetatan kredit di China.
Pasalnya, sejak kuartal kedua kemarin, tanda-tanda itu sudah muncul, seiring melemahnya dolar AS terhadap mata uang euro, yen dan obligasi AS. Hal ini ditambah turunnya tingkat pengangguran di AS. Sehingga ada kemungkinan kondisi ini membawa peningkatan bagi bursa dunia, tuturnya.
Hendri menilai, sentimen dalam negeri masih minim. Namun, beberapa emiten diperkirakan masih akan mengalami kenaikan pendapatan, seiring meningkatnya konsumsi masyarakat memasuki masa puasa dan menjelang hari raya Lebaran. Saham-saham konsumer goods, ritel, dan infrastruktur bisa dipilih, imbuhnya.
Beberapa saham pilihannya adalah PT Telekomunikasi Indonesia (TLKM), PT Jasa Marga (JSMR), PT Matahari Putra Prima (MPPA), PT Unilever (UNVR) dan PT Indofood (INDF). Saya rekomendasikan emiten-emiten ini, pungkasnya.
Pada perdagangan Rabu (26/8), IHSG ditutup turun tipis 0,434 poin (0,02%) ke level 2.380,087. Seluruh perdagangan mencatatkan nilai transaksi Rp 4,97 triliun, dengan volume 14,84 juta lot, dan frekuensi 93.376 kali. Sebanyak 89 saham menguat, 100 melemah, 80 ditutup stagnan, serta 194 saham stagnan.
Saham dari grup Bakrie kemarin terpantau aktif diperdagangkan, kendati bergerak cenderung variatif. PT Bakrie Brother (BNBR) naik 6,1% menjadi Rp 139, PT Bakrie Telecom (BTEL) naik 4,05% menjadi Rp 154, PT Bumi Resources (BUMI) naik 0,81% menjadi Rp 3.100, PT Bakrieland Development (ELTY) turun 2,7% menjadi Rp 365 dan PT Energi Mega Persada (ENRG) stagnan di Rp 405.
Emiten-emiten lain yang membukukan penurunan di antaranya PT Tembaga Mulia Semanan (TBMS) melemah Rp 1.000 di posisi Rp 4.000, PT Indo Tambangraya Megah (ITMG) turun Rp 650 ke Rp 24.450, PT Astra International (ASII) turun Rp 300 ke Rp 29.150, PT Bukit Asam (PTBA) turun Rp 200 menjadi Rp 13.200, PT Unilever (UNVR) turun Rp 150 menjadi Rp 10.250, dan PT Telkom (TLKM) turun Rp 100 menjadi Rp 8.550.
Sedangkan beberapa emiten yang menguat antara lain PT Delta Dunia Petroindo (DOID) naik Rp 180 menjadi Rp 1.840, PT Jasa Marga (JSMR) naik Rp 120 ke Rp 1.880, PT United Tractors (UNTR) naik Rp 100 ke Rp 13.850, dan PT Indofood (INDF) naik Rp 50 menjadi Rp 2.700. [E1]