Senin, 28 Mei 2012 | 17:41 WIB
Follow Us: Facebook twitter
SBY Tak Pede pada Demokrat?
Headline
Ikrar Nusa Bakti - inilah.com /Dokumen
Oleh: Vina Nurul Iklima
web - Kamis, 27 Agustus 2009 | 07:52 WIB
INILAH.COM, Jakarta - Meski berbeda gaya, Susilo Bambang Yudhoyono dinilai memiliki karakter yang sama dengan Presiden RI Kedua Soeharto. Di balik pencitraannya yang santun, tertanam bibit penguasa yang otoriter pada SBY.

"SBY dengan gaya pencitraan itu bertolak belakang. Ia menyatakan saya tidak ingin menjadi otoriter, saya tak ingin menguasa semuanya. Tapi dalam kenyataannya, dalam praktik politik berbeda," kata pengamat politik LIPI Ikrar Nusa Bakti kepada INILAH.COM, di Jakarta, Kamis (27/8).

Banyak bukti-bukti, yang kata Ikrar, menunjukkan gaya SBY mengadopsi cara-cara Orde Baru. Termasuk permainan politiknya saat ini dengan PDIP. Padahal, seharusnya SBY sudah cukup percaya diri dan tidak perlu memasukkan Golkar dan PDIP dalam koalisi di kabinet. "Sekarang buktinya ngapain dia deketin PDIP?" ujarnya.

Langkah itu, menurut dia, dilakukan SBY karena tidak ingin kebijakannya diganggu di parlemen dan kabinet. "Kurang puas apa sih? Sudah sekitar 69% dukungan di parlemen apa belum cukup?" ucap Ikrar.

Dalam berpolitik, lanjut Ikrar, seharusnya SBY mengindahkan norma. Sehingga dapat menepis tuduhan SBY dan Partai Demokrat adalah Machiavellis, atau menghalalkan segala cara. "Saya kira SBY tidak punya kepercayaan diri sebagai presiden dan kepercayaan diri kepada Partai Demokrat," tandasnya. [ikl/nuz]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
1 Komentar
herman
Kamis, 27 Agustus 2009 | 08:10 WIB
sepertinya Bung Ikrar masih sakit hati thdp SBY.. Silahkan saja SBY(PD)koalisi dgn parpol manapun asal jgn sampai ada niat mengagendakan Amendemen UUD45 soal masa jabatan presiden menjadi tak terbatas seperti Suharto..
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.