INILAH.COM, Jakarta - Direktorat Jenderal Mineral Batubara dan Panas Bumi sudah mendengar kabar kalau dua perusahaan nasional PT Adaro Tbk dan Group Medco sangat berminat akuisisi tambang batubara, Meruwai, milik BHP Billiton.
Hal itu diungkapkan Direktur Jenderal Mineral Batubara dan Panas Bumi, Bambang Setiawan kepada wartawan di Jakarta,
Kamis (27/8). "Saya mendengar informasi kalau Perusahaan nasional seperti Medco Group dan PT Adaro Tbk berminat. Total perusahaan yang berminat ada 8 sampai 9 perusahaan," katanya.
Ia menjelaskan delapan sampai sembilan perusahaan yang masuk, kebanyakan perusahaan nasional. "Sementara yang asing, belum tahu,"jelasnya.
Tambah Bambang, pemerintah memang sangat menginginkan agar perusahaan nasional yang mengakuisisi tambang batubara, Meruwai, jangan asing.
Sebelumnya, PT Adaro Energy Tbk (ADRO) memang berencana mengakuisisi tambang batubara milik BHP Billiton. Direktur dan CorporateSecretary Adaro, Andre J. Mamuaya, pernah mengungkapkan Adaro, sedang mengkaji akuisisi beberapa lokasi tambang, yang salah satu diantaranya adalah kemungkinan mengakuisisi tambang batubara yang dimiliki BHP Billiton.
Pada perkembangan lain telah diberitakan bahwa sampai saat ini BHP Billiton sudah melangkah dengan menunjuk underwriter rencana beauty contest menjual lahan tambang Meruwai. Adapun underwriter nya adalah UBS.
Sementara beberapa raksasa tambang Nasional yang dikabarkan meminati lahan tambang yang bakal ditinggalkan BHP antara lain; PT BUMI Resources Tbkm PT Adaro, Indika Energy, PT Bukit Asam, BUMN tambang PT Aneka Tambang (ANTM) Tbk. [hid]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !