INILAH.COM, Surabaya - Uang pecahan keluaran baru Rp2.000 mendominasi 30 persen penukaran uang menjelang Lebaran di Kantor Bank Indonesia Surabaya, karena besarnya animo masyarakat ingin mendapatkan uang baru tersebut.
Deputi Pemimpin Sistem Pembayaran BI Surabaya, Mahmud, saat dikonfirmasi, Sabtu (29/8), menjelaskan, mulai awal puasa 22 Agustus hingga 25 Agustus 2009, cash outflow di Surabaya mencapai Rp377 miliar. Dari besaran tersebut, pecahan uang kecil kurang dari Rp20.000 menyumbang sekitar Rp30,8 miliar.
"Sebelumnya, pada Bulan Ramadhan tahun 2008 aliran dana di BI Surabaya mencapai Rp3,4 triliun. Untuk uang pecahan kecil mencapai Rp103,3 miliar," ujarnya.
Melihat tingginya permintaan pasar terhadap uang pecahan, ia optimistis, sampai Lebaran mendatang, penukaran uang di BI Surabaya akan meningkat hingga 15 persen. "Meski antrean panjang tampak di sejumlah loket penukaran yang disediakan BI, proses penukarannya bisa dikatarkan lancar," katanya.
Di sisi lain, terkait stok uang dengan beragam denominasi di BI Surabaya, ia merinci, per tanggal 26 Agustus ini mencapai Rp6,1 triliun.
Menanggapi besarnya permintaan pasar terhadap penukaran uang di Surabaya, ia mengaku heran kenapa di Surabaya bisa ramai.
"Sementara, penukaran uang di Kantor BI di kota lain sepi," katanya.
Ia menambahkan, untuk menghindari peningkatan penukaran uang yang melebihi target BI Surabaya, pihaknya membuka kas keliling 15 kali di sejumlah tempat ramai di dalam Surabaya dan luar kota. "Selain itu, kami juga mengimbau kepada sembilan bank umum dengan 25 outletnya (gerai) untuk membuka layanan penukaran uang bagi masyarakat," katanya. [*/cms]