INILAH.COM, Jakarta Kendati penjualan ponsel global merosot, namun pasar ponsel pintar (smartphone) terus melesat. Berbagai produk baru pun akan segera menyerbu pasar. Bagaimana persaingannya?
Mogul-mogul teknologi kini sudah bersiap ambil bagian dari kesuksesan smartphone yang mendunia saat ini. Persaingan di sektor ini pun tampaknya semakin ketat, seiring rencana rilisnya produk-produk baru berfitur lengkap dan canggih. Selain adanya produsen yang dikabarkan akan terjun dalam bisnis smartphone, seperti Acer dan Dell.
Para produsen pun terus menjajaki peluang penggunaan perangkat berbasis open source, seperti Maemo dan Android, yang kian populer. Misalkan saja Motorola yang dikabarkan akan mengumumkan smartphone versi Android-nya dalam waktu dekat. Sebelumnya isu yang berkembang mengatakan motorola sedang mengerjakan empat buah ponsel yang memakai OS Android, yaitu Sholes, Morrison, Calgray, dan Heron.
Demikian pula Google, yang kini tengah menyusun strategi untuk mematahkan dominasi ponsel BlackBerry buatan Research In Motion (RIM). Dengan sistem operasi Android, Google akan membangun fasilitas yang mumpuni bagi kalangan enterprise, segmen pasar penggila BlackBerry.
"Kami akan segera berkompetisi lebih keras dengan RIM untuk menggaet konsumen dari kalangan profesional," kata Direktur mobile Google, Andy Rubin.
Kendati saat ini baru segelintir smartphone yang mengadopsi Android, pihaknya yakin, Android akan mendapat berbagai kemudahan sehingga ramah bagi kepentingan bisnis. "Saat ini kami belum mendukung aplikasi enterprise, tapi di masa depan segmen ini akan jadi fokus yang bagus buat kami," ujarnya.
Namun, ambisi Google menggeser RIM tampaknya akan mendapat banyak halangan, mengingat RIM masih cukup kokoh sebagai platform dominan di segmen enterprise. Hal ini didukung infrastruktur BlackBerry Enterprise Server, push e-mail, dan keamanan memadai. Apalagi riset lembaga J. Gold Associates memprediksi RIM pada 2011 akan meraup pangsa pasar smartphone enterprise hampir 60%. Sedangkan saat itu, Google baru akan berkisar 5%.
Ekspansi RIM pun masih bisa dikatakan gencar. Sebelum akhir tahun 2009, RIM dikabarkan akan mengeluarkan generasi kedua Storm. Inggris akan disambangi Storm pada bulan Oktober melalui jaringan Vodafone. Sedangkan di AS, handset ini baru akan diluncurkan pada November. Perbedaan mendasar Storm 2 dengan generasi sebelumnya, adalah adanya fasilitas yang mendukung Wi-F, kamera dengan resolusi 5 megapiksel, dan layar yang diupgrade. Selain sejumlah perbaikan lain pada fitur SurePress versi sebelumnya.
Di sisi lain, Generator Research justru memprediksi, Apple akan mampu menguasai 40% pasar smartphone dunia dalam 5 tahun ke depan. Ini berarti, pada tahun 2013 mendatang, Apple akan menjual sekira 77 juta iPhone. "Sedangkan pangsa pasar Nokia diprediksi akan turun menjadi 20% saja," ujar kepala riset Generator, Andrew Sheehy.
Menurutnya, Iphone mampu melewati fase perkembangan yang cepat berbekal dana sebesar US$ 25 miliar dan gross margin 33%. Lagi pula, Apple memiliki kompetensi, motivasi, dan sumber daya yang mencukupi untuk mengalahkan para pesaingnya. "Hal inilah yang akan memicu Apple berkembang memimpin pasar smartphone," katanya.
Keinginan Apple ini pun tak semudah membalikkan telapak tangan. Pasalnya, sejumlah analis industri memperkirakan Nokia akan memanfaatkan platform Linux untuk membuat perangkat multimedia pesaing iPhone dalam waktu dekat. Awal September mendatang, Nokia bahkan dikabarkan akan memamerkan smartphone berbasis operasi Maemo, versi Linux untuk perangkat mobile dalam ajang Nokia World di Stuttgart, Jerman.
"Sepertinya Maemo, atau setidaknya turunan Linux digambarkan sejumlah pihak akan menjadi kunci utama Nokia dalam produk kelas atas tahun depan atau dua tahun lagi," ujar Neil Mawston dari Strategy Analytics.
Lembaga riset Gartner menuturkan, Nokia hingga kini tetap menjadi market leader sektor smartphone. Pada kuartal dua 2009, Nokia mencatatkan penjualan 18,4 juta unit, kendati pangsa pasar Nokia turun menjadi 45% YoY (dari 47,4%). RIM menduduki peringkat berikutnya, dengan penjualan smartphone sebanyak 7,6 juta, memberikan pangsa pasar 18,7% dari 17,3% YoY.
Sedangkan Apple yang meluncurkan iPhone 3G S baru pada kuartal kedua, menempati urutan ketiga dengan penjualan 5,4 juta unit, meningkatkan pangsa pasarnya menjadi 13,3% dari hanya 2,8% tahun yang lalu.
Pada kuartal kedua 2009, penjualan ponsel dunia terpantau turun 6,1% menjadi 286,1 juta unit, dibandingkan kuartal dua tahun lalu (YoY) yang mencapai 304,7 juta unit. Ini adalah penurunan tiga kuartal berturut-turut, tidak hanya bagi pasar ponsel, namun juga harga jual rata-ratanya.
Hal itu berbeda dengan smartphone, yang dalam periode tersebut justru mencatatkan kenaikan penjualan sebesar 27% menjadi 40,9 juta unit. Penjualan smartphone secara global meningkat, seiring kecenderungan konsumen yang dengan dana mereka, cenderung mencari fitur ponsel selengkap mungkin. [P1]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !