INILAH.COM, Stuttgart Mercedes-Benz menggertak pasar mobil hijau dengan meluncurkan untuk pertama kalinya kendaraan produksi massal fuel-cell berlabel B-class F-cell.
Untuk 200 unit pertama, mobil hijau yang mengambil basis B-class ini akan diproduksi akhir tahun ini dan akan diserahkan kepada konsumen melalui kontrak sewa di AS dan Eropa pada awal 2010.
Mercedes mengklaim kendaraan hybrid hidrogen-listrik ini memiliki kemampuan setara dengan mobil bermesin 2000cc bensin, tapi lebih unggul dalam emisinya, karena model MPV ini zero-emission.
Motor listrik pada B-class F-cell ini mampu mendongkrak tenaga 134bhp dan torsi 214lb ft. Daya jelajahnya hingga mencapai 250 mil dan hanya butuh waktu 3 menit untuk mengisi tangki mobil ini dengan hidrogen. Coba bandingkan kemampannya dengan B-class bermesin bensin 1.800cc yang hanya bia membangkitkan tenaga 114bhp dan torsi 114lb ft untuk B180 BlueEfficiency SE.
Pabrikan mobil mewah Jerman ini mengakui bahwa kelemahan utama dari kendaraan fuel-cell yang ada sekarang ini adalah kesulitan menghidupkan mesin saat suhu rendah. Tapi ceritanya akan lain kalau menggunakan B-class F-cell, karena pengemudi dapat menghidupkan mesin saat suhu udara minus 25 derajat Celsius sekalipun.
Namun, klaim Mercy itu bukan luar biasa, karena rivalnya, Honda FCX Clarity dapat di-start dalam suhu mulai minus 30 derajat Celsius.
Dari mana tenaga untuk menggerakkan kendaraan ini selain hidrogen? Adalah baterai lithium-ion berkapasitas 35kw yang dapat menyimpan tenaga yang terbuang saat mobil berakselerasi, mengembalikan energi yang terbuang saat pengereman dan semua tenaga itu kemudian digunakan untuk menyokong gerak motor listrik.
Mungkin banyak orang mengira dapur pacu F-cell akan menyita ruang di kabin B-class. Tapi ternyata iInterior maupun ruang bagasi tak berubah dan sama persis dengan B-class biasa, yakni kapasitas bagasi masih 416 liter. Itu semua karena komponen penggerak diletakkan di lantai. Soal keamanan juga tak perlu diragukan, karena sistem ini sudah menjalani tes tabrakan sebanyak 30 kali sebelum diproduksi.
Jadi apa yang perlu dikhawatirkan dari mobil fuel cell? Tenaga tetap badak, daya jelajah cukup, dan yang penting adalah lingkungan akan hijau jika semua mobil tak mengeluarkan emisi gas. Tapi harganya? [O1]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !