INILAH.COM, Jakarta - Kembalinya klan Cendana di pangung politik sepertinya tinggal menunggu waktu saja. Semua bermula dari pencalonan politisi muda Yuddy Chrisnandi sebagai Ketua Umum DPP Partai Golkar. Dari Yuddy pula, nama Tommy dan Mbak Tutut menyeruak.
Yuddy Chrisnandi sepertinya menjadi jembatan politik bagi keluarga Cendana untuk kembali ke kancah politik nasional melalui Partai Golkar. Pilihan Partai Golkar bagi keluarga Cendana bukanlah tidak tepat. Karena di partai beringin ini Soeharto menjadi salah satu pendiri sekaligus dewan pembina selama orde baru berkuasa.
Yuddy yang sejak awal mengusung isu pembaharuan di internal Partai Golkar, kini melampangkan jalan kepada puteri sulung mantan presiden kedua, Siti Hardiyanti Rukmana atau Mbak Tutut tersebut.
Ia siap mundur jika Tutut maju dalam perebutan kursi Ketua Umum Partai Golkar.Saya sampaikan kalau Mbak Tutut mau maju jadi ketua umum, saya akan mundur dari pencalonan dan akan memberikan dukungan penuh kepada Mbak Tutut, kata Yuddy yang juga bekas tim asistensi Tutut itu
Kemunculan nama Tutut seperti menambah deretan kandidat Ketua Umum Partai Golkar yang berlatar belakang pengusaha. Karena sebelumnya beredar kandidat dari kalangan pengusaha seperti Surya Paloh dan Aburizal Bakrie.
Pengamat politk UI Iberamsjah menilai pencalonan Tutut dalam bursa Ketua Umum DPP Partai Golkar tidaklah serius. Karena sampai saat ini Tutut belum menunjukkan langkah yang jelas untuk menggalang dukungan. Saya rasa dia tidak terlalu serius, karena tidak ada langkah jelas dan tidak ada pernyataan yang menyatakan mau maju, katanya di Jakarta, Minggu (30/8).
Meski demikian, Iberamsjah menyarankan jika pada akhirnya Tutut ataupun Tommy sama-sama maju dalam bursa Ketua Umum Partai Golkar, salah satu dari keduanya harus mengalah untuk mundur. Harus ada yang mengalah di antara keduanya, jelasnya.
Sebelumnya adik bungsu Mbak Tutut, Hutomo Mandala Putra atau Tommy mengungkapkan kesiapannya ikut dalam bursa Ketua Umum Partai Golkar. Kala itu ia menegaskan, hingga kini dirinya masih memiliki Kartu Tanda Anggota (KTA) Partai Golkar.
Target saya memang harus tinggi, termasuk dalam dunia politik, cetusnya. Yuddy Chrisnandi juga telah melakukan pertemuan empat mata dengan Tommy Soeharto. Praktis, terkait bursa pencalonan Ketua Umum Partai Golkar ini, Yuddy telah melakukan pendekatan dengan pangeran dan puteri Cendana sekaligus.
Meski demikian, Iberamsjah menilai masa kejayaan Cendana dalam tubuh Partai Golkar telah usai. Masuknya gerbong Cendana dalam Partai Golkar sama sekali tak berdampak signifikan kepada partai berlambang pohon beringin itu.
Hal ini tidak terlepas dari rekam jejak keluarga Cendana yang sering kali disangkut pautkan dengan rezim Orde Baru. Agar partai ke depan bisa menancap kuat, bukan semata- mata dengan dana. Harus pendekatan dengan akar rumput. Selama ini Cendana hanya dekat dengan elit saja," tandasnya
Walau demikian, kehadiran Tutut maupun Tomyy dalam bursa Ketua Umum Partai Golkar dinilai banyak analis politik tidak terlepas dari upaya mengamankan kerajaan bisnis keluarga Cendana.
Tutut akan maju dalam bursa pencalonan untuk menyelamatkan aset-aset bisnis keluarga Cendana, tutur Peneliti senior LSI Burhanudin Muhtadi. Ia menilai munculnya nama Tutut juga diproyeksikan untuk menghadang laju politisi senior seperti Aburizal Bakrie dalam pemilu 2014 mendatang.
Segala kemungkinan masih terbuka terkait kemunculan keluarga Cendana dalam pentas politik nasional. Karena bisa saja, kemunculan keluarga Cendana dalam perebutan pimpinan Partai Golkar tidak terlepas dari peran Yuddy.
Bisa saja, Yuddy hanya menjadi penghantar klan Cendana kembali ke gelanggang politik. Bisa juga, Yuddy akan maju dan diback-up penuh oleh keluarga Cendana. Kita lihat saja. [E1]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !