Rabu, 23 Mei 2012 | 19:49 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Menyikapi Tuduhan Teroris Atas Wahabi
Oleh:
web - Selasa, 1 September 2009 | 07:36 WIB
Kejadian-kejadian aksi terorisme di negeri ini dalam beberapa waktu terakhir terus meningkat. Di sisi lain upaya aparat untuk memburu para teroris pelaku pengeboman yang tak berperikemanusiaan itu pun tak kalah gencar. Benarkah dugaan bahwa para teroris itu berasal dari kalangan Wahabi?

Beberapa pelaku teror berhasil ditangkap. Sangat disayangkan, ternyata di antara mereka yg tertangkap sebelumnya adalah para pemuda muslimin yg dikenal baik di lingkungannya, memiliki semangat beragama yang tinggi & pembelaan terhadap Islam. Para orang tua yang mendengar anaknya tewas dalam aksi terorisme atau terciduk oleh aparat, kaget dan terpukul. Tentunya kita heran, bagaimana paham terorisme bisa masuk menyusup ke generasi muda muslim? Apa benar terorisme merupakan bagian dari ajaran agama?

Lebih rumit lagi, ternyata pada sebagian teroris yg tertangkap atau masih buron, pada mereka ada penampilan syiar agama Islam, seperti berjenggot, ujung celana di atas mata kaki, baju gamis, istri bercadar, dan syiar ketaatan beragama lainnya. Tak ayal lagi, sebagian orang menganggap bahwa itu adalah ciri-ciri teroris.

Parah lagi, mereka menganggap setiap orang yang mengenakan bisana dengan penampilan di atas, maka berarti identik dengan teroris atau orang yang segolongan dengan para teroris! Kondisi ini diperkeruh dengan komentar-komentar para tokoh tidak bertanggung jawab dan asal bicara, yang dilansir oleh media.

Perlu diketahui bahwa penampilan islami seperti di atas sebenarnya merupakan cara penampilan yg dituntunkan dalam syariat dan dicontohkan oleh Nabi kita Muhammad shallallahu alaihi wa sallam, serta diamalkan oleh para sahabat dan para salafush shalih, serta para ulama Ahlus Sunnah yang mulia. Jadi, sebenarnya itu merupakan ciri-ciri seorang muslim yg berpegang teguh dengan agamanya.

Sepantasnya seorang muslim berpenampilan seperti itu. Namun para teroris tersebut telah menodai ciri-ciri yang mulia ini, dengan berpenampilan sama. Sehingga sampai-sampai kaum muslimin sendiri tidak mau berpenampilan seperti di atas, karena beranggapan bahwa penampilan tersebut adalah penampilan teroris.

Nyata-nyata para teroris Khawarij tersebut telah membuat jelek Islam dari segala sisi! Padahal dalam kondisi-kondisi tertentu dalam rangka menghilangkan jejak misalnya terkadang mereka tak segan melepas segala atribut penampilan syiar sunnah dari dirinya! Mencukur jenggotnya sekalipun akan sanggup mereka lakukan!

Penampilan luar semata tidak bisa dijadikan patokan untuk menilai seseorang sebagai teroris. Jangan apriori terhadap penampilan sunnah dan ajaran sunnah. Di sisi lain jangan pula terkecoh dengan penampilan tersebut. Maka, kita perlu tahu apa dan bagaimana paham keagamaan para teroris pelaku peledakan bom Bali dan Hotel JW Marriott berikut bahaya paham tersebut terhadap Islam dan umat Islam serta kehidupan manusia.

Apa benar paham dan praktik mereka selama ini ada landasannya dalam Islam? Apa kaitannya dengan jihad? Benarkah mereka sedang berjuang membela Islam? Apa semua orang yang berjenggot, berjubah, isterinya bercadar, adalah teroris atau identik dengan teroris atau sealiran dengan kelompok teroris?

Silakan simak situs www.merekaadalahteoris.com.

Abu Amr Ahmad
iklan@merekaadalahteroris.com
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
9 Komentar
suhaemi
Senin, 3 Januari 2011 | 11:08 WIB
Di ajak diskusi, diam aja... Giliran ngritik, berjilid2... Jangan2 ada faktor ekonomi, takut bukunya g laku....wek
Abu Harun
Senin, 21 September 2009 | 14:45 WIB
Klik http://antiteroris.salafy.or.id, SIKAP Salafy yg dicap WAHABI itu ternyata justru anti pemikiran terorisme. Buktikan dengan klik situs ini yach... Inilah, m.sejuki dan arbi sangit bukti adanya pembela terorisme di dunia maya... Muhammad
anto
Kamis, 3 September 2009 | 14:29 WIB
Artikel yang sangat bagus. wahh sangat disayangkan, umat islam diindonesia, lebih banyak yang mendukung Si teroris Imam Samudra. Inilah karena kedangkalan ilmu tentang islam.
iwan
Kamis, 3 September 2009 | 14:26 WIB
Subhanallo, artikel yang sangat mencerahkan. semoga pahala terus mengalir pada semua kru inilah.com
pawiro
Kamis, 3 September 2009 | 05:39 WIB
inilah media yang netral dan tidak mendiskriditkan umat islam....saatnya umat islam menemukan media yang tepat dalam merilis sebuh berita...kunjungi segera...inilah.com
fair
Rabu, 2 September 2009 | 22:57 WIB
ooh...salafy y? pantes saklek.
M. Sejuki
Rabu, 2 September 2009 | 22:19 WIB
@arbi sangit Setuju dengan statement anda...!!! Menurut saya, Lukman Ba'abduh itulah TERORIS yang sebenarnya. Dia berani menebar teror lewat tulisannya tsb, tetapi tidak pernah mau hadir tatkala diajak untuk debat/dialog secara baik-baik berhadap-hadapan untuk mempertanggung-jawabkan apa yang dia tulis tsb. Mungkin tepat kalau kita sebut dia itu 'PENGECUT'. Sementara buku 'AKU MELAWAN TERORIS' karya Asy Syahid (Insya Allah) Imam Samudra Rahimahullah pernah dulu ditantang oleh MUI lewat KH Ma'ruf Amin untuk dilakukan BEDAH BUKU secara terbuka, dan sangat disambut baik oleh Imam Samudra. Bedah buku 'AKU MELAWAN TERORIS' itulah yang sangat ditunggu-tunggu oleh Imam Samudra pada waktu itu agar dapat mengurai 'benang kusut' tentang Tragedi BOM BALI I apakah merupakan TEROR ataukah JIHAD FI SABILILLAH ditinjau dari sudut pandang Syari'at Islam (Hukum Allah). Tapi tentang rencana bedah buku 'AKU MELAWAN TERORIS' tsb kok tidak jelas berita perkembangan lebih lanjut. Bahkan tidak ada realisasinya sama sekali sampai saat ini. Ada apa Pak KH Ma'ruf Amin? Kok anda tidak jadi merealisasikan rencana bedah buku 'AKU MELAWAN TERORIS' yang justeru sangat ditunggu-tunggu oleh Asy Syahid Imam Samudra (Insya Allah) Rahimahullah? Bahkan sangat ditunggu-tunggu oleh seluruh kaum muslimin Indonesia bahkan mungkin dunia? Kenapa anda bisa berubah jadi 'banci' seperti itu? Kalau belum pernah dilakukan seminar BEDAH BUKU 'AKU MELAWAN TERORIS' yang tentunya harus melibatkan para pakar yang berkompeten, bagaimana mungkin sementara pihak dapat menyimpulkan bahwa buku 'AKU MELAWAN TERORIS' akan memberikan faham SESAT LAGI MENYESATKAN? Saya hanya heran saja atas sikap MUI (KH Ma'ruf Amin) tsb.
arbi sangit
Rabu, 2 September 2009 | 14:10 WIB
hati-hati mereferensi sumber, jangan sampai mencuci kotoran dg kotoran pula.. sekedar info : Lukman Ba’abduh, penulis buku ‘Mereka Adalah Teroris’. Lukman Ba’abduh selama ini dikenal sebagai seorang ustadz yang berhaluan “salafy” yang menulis buku “Mereka Adalah Teroris”. Buku itu ditulis sabagai bantahan atas buku “Aku Melawan Teroris” yang ditulis Imam Samudera. Dalam perkembangannya, buku tulisan Ba’abduh itu memancing keluarnya buku “Siapa Teroris Siapa Khowarij” yang ditulis Abduh Zulfida Akaha, penerbit Pustaka Al Kautsar. Seolah tak terima dengan buku bantahan Abduh Zulfida, Lukman Ba’abduh kemudian membuat buku bantahan sebanyak dua jilid, yang masing-masing berjudul “Menebar Dusta Membela Teroris Khowarij” dan “Mengidentifikasi Neo-Khowarij”. Beberapa waktu lalu, Pustaka al Kautsar merilis buku baru berjudul “Belajar Dari Ulama Salafy” (BAUS) yang merupakan buku bantahan dari “Menebar Dusta Membela Teroris Khowarij” (MDMTK). Perdebatan diantara dua ustadz tersebut belum pernah berujung pada dialog ‘empat mata’ karena dalam setiap dialog yang diadakan Lukman Ba’abduh tidak pernah hadir. Hati-hati mereferensi sumber, jangan sampai mencuci kotoran dg kotoran pula... buku Mereka Adalah Teroris penuh kontroversi karena banyak sumber tulisannya yg tidak valid dan justru penuh berita buruk pada ulama-ulama yg gigih membela agama Islam...
abdulwahab
Selasa, 1 September 2009 | 08:51 WIB
siapa teroris,siapa wahabi,siapa salafi
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.