Kejadian-kejadian aksi terorisme di negeri ini dalam beberapa waktu terakhir terus meningkat. Di sisi lain upaya aparat untuk memburu para teroris pelaku pengeboman yang tak berperikemanusiaan itu pun tak kalah gencar. Benarkah dugaan bahwa para teroris itu berasal dari kalangan Wahabi?
Beberapa pelaku teror berhasil ditangkap. Sangat disayangkan, ternyata di antara mereka yg tertangkap sebelumnya adalah para pemuda muslimin yg dikenal baik di lingkungannya, memiliki semangat beragama yang tinggi & pembelaan terhadap Islam. Para orang tua yang mendengar anaknya tewas dalam aksi terorisme atau terciduk oleh aparat, kaget dan terpukul. Tentunya kita heran, bagaimana paham terorisme bisa masuk menyusup ke generasi muda muslim? Apa benar terorisme merupakan bagian dari ajaran agama?
Lebih rumit lagi, ternyata pada sebagian teroris yg tertangkap atau masih buron, pada mereka ada penampilan syiar agama Islam, seperti berjenggot, ujung celana di atas mata kaki, baju gamis, istri bercadar, dan syiar ketaatan beragama lainnya. Tak ayal lagi, sebagian orang menganggap bahwa itu adalah ciri-ciri teroris.
Parah lagi, mereka menganggap setiap orang yang mengenakan bisana dengan penampilan di atas, maka berarti identik dengan teroris atau orang yang segolongan dengan para teroris! Kondisi ini diperkeruh dengan komentar-komentar para tokoh tidak bertanggung jawab dan asal bicara, yang dilansir oleh media.
Perlu diketahui bahwa penampilan islami seperti di atas sebenarnya merupakan cara penampilan yg dituntunkan dalam syariat dan dicontohkan oleh Nabi kita Muhammad shallallahu alaihi wa sallam, serta diamalkan oleh para sahabat dan para salafush shalih, serta para ulama Ahlus Sunnah yang mulia. Jadi, sebenarnya itu merupakan ciri-ciri seorang muslim yg berpegang teguh dengan agamanya.
Sepantasnya seorang muslim berpenampilan seperti itu. Namun para teroris tersebut telah menodai ciri-ciri yang mulia ini, dengan berpenampilan sama. Sehingga sampai-sampai kaum muslimin sendiri tidak mau berpenampilan seperti di atas, karena beranggapan bahwa penampilan tersebut adalah penampilan teroris.
Nyata-nyata para teroris Khawarij tersebut telah membuat jelek Islam dari segala sisi! Padahal dalam kondisi-kondisi tertentu dalam rangka menghilangkan jejak misalnya terkadang mereka tak segan melepas segala atribut penampilan syiar sunnah dari dirinya! Mencukur jenggotnya sekalipun akan sanggup mereka lakukan!
Penampilan luar semata tidak bisa dijadikan patokan untuk menilai seseorang sebagai teroris. Jangan apriori terhadap penampilan sunnah dan ajaran sunnah. Di sisi lain jangan pula terkecoh dengan penampilan tersebut. Maka, kita perlu tahu apa dan bagaimana paham keagamaan para teroris pelaku peledakan bom Bali dan Hotel JW Marriott berikut bahaya paham tersebut terhadap Islam dan umat Islam serta kehidupan manusia.
Apa benar paham dan praktik mereka selama ini ada landasannya dalam Islam? Apa kaitannya dengan jihad? Benarkah mereka sedang berjuang membela Islam? Apa semua orang yang berjenggot, berjubah, isterinya bercadar, adalah teroris atau identik dengan teroris atau sealiran dengan kelompok teroris?
Silakan simak situs www.merekaadalahteoris.com.
Abu Amr Ahmad
iklan@merekaadalahteroris.com