inovasi portal berita
Kamis, 9 Februari 2012 Follow: Facebook twitter Dollar Kurs BI: 1 US Dollar = Rp.8,910.00   Mobile Mobile   Newsletter Newsletter   RSS RSS

Al-Ghuroba' Tolak Tuduhan Teroris

Oleh: Raden Trimutia Hatta
Selasa, 1 September 2009 | 08:53 WIB
INILAH.COM, Jakarta - Nama Al Ghuroba mulai santer terdengar pasca penangkapan Mohammad Jibril yang diduga terlibat dalam aksi terorisme di hotel JW Marriott dan Ritz Carlton beberapa waktu lalu. Namun, Al-Ghuroba' sendiri membantah bila ikut terlibat dalam terorisme.

Al-Ghuroba' yang dimaksud ini bukanlah organisasi kelompok mahasiswa Indonesia dan Malaysia di Pakistan yang diduga merupakan sel baru dari organisasi teroris Al Qaeda. Al-Ghuroba' merupakan perusahaan jamu (PJ) di Sukoharjo yang kebetulan namanya sama dengan organisasi yang dikuti Mohammad Jibril itu.

Pemilik PJ Al-Ghuroba' Widodo melalui keterangan persnya yang diterima INILAH.COM, Jakarta, Selasa (1/9) mengatakan, pihaknya telah menggunakan nama Al-Ghuroba' sejak tahun 1994 dan tidak terkait sama sekali dengan aktivitas apapun dengan organisasi Al Ghuroba Pakistan dan cabang-cabangnya, maupun petingginya.

"Pihak kami PJ Al-Ghuroba' tidak mendukung terorisme, alhamdulillah kami telah mendaftarkan nama Al-Ghuroba' ke Dirjen HAKI melalui jasa Indopaten di kota Solo. Kami terdaftar dengan penggunaan min (-) setelah kata al, dan menggunakan tanda petik (') setelah kata ghuroba," katanya.

Guna memiliki status sebagai perusahaan resmi di wilayah Sukoharjo, sambung Widodo, maka pihaknya mendaftarkan perusahaan ke Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Penanaman Modal Sukoharjo. Sehingga pada 19 Oktober 2005 PJ Al-Ghuroba' mendapatkan TDP no. 113552408425 dengan alamat usaha resmi di Dk. Mantung, RT 02/RW 05, Ds. Sanggrahan, Kec. Grogol, Kab. Sukoharjo, dengan kegiatan usaha pokok produksi Jamu.

"Kami sangat menentang setiap tindakan teroris yang mengatas namakan Islam ataupun Jihad fii sabilillah yang sebenarnya justru merusak nama baik Islam itu sendiri. Sebuah kekonyolan dalam berfikir dan pemahaman, yang menganggap tindakan teror, pembunuhan dan semisalnya sebagai suatu bentuk Ibadah yang mulia di dalam Islam. Segala kegiatan teror yang merupakan bentuk perlawanan terhadap pemerintah Indonesia adalah kegiatan yang menyimpang dari ajaran Islam yang murni dengan pemahaman Salafus Shalih," jelasnya.

Sebelumnya, polisi mensinyalir Jibril menimba ilmu di Pakistan dan menjadi anggota Al Ghuroba. Belakangan, kepolisian mengaitkan Al Ghuroba dengan kelompok Al Qaeda pimpinan Osama bin Laden. Dugaan ini didasarkan setelah salah satu anggotanya, Gun Gun Rusman Gunawan terbukti mengantar dana dari Al Qaeda untuk aksi bom Hotel JW Marriott, Jakarta pada 2003 silam. [mut]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA TERKINI
BERITA POPULER
RSS| Layanan Mobile| Tentang Kami| Disclaimer| Kontak Kami| Karir| Newsletter
Copyright 2008 - 2012 inilah.com, All rights reserved inilah.com.