INILAH.COM, Jakarta Pengelola Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) mengaku belum menerima surat resmi mengenai keinginan Persija Jakarta untuk menjadikan stadion termegah di Indonesia itu sebagai markas.
Hal itu dikatakan oleh Direktur Pengelola GBK, M Nigara, yang bahkan mengaku belum mendapat menerima permintaan secara lisan oleh klub berjuluk Macan Kemayoran itu.
"Kami belum menerima permintaan penggunaan untuk stadion utama, kabar secara lisan juga belum kami terima, kata M Nigara kepada Antara, Selasa (2/8).
Hal ini cukup riskan bagi Persija, mengingat PT Liga Indonesia sudah melakukan verifikasi stadion bagi tim-tim peserta Indonesia Super League (ISL).
Untuk menyewa SUGBK, M Nigara menjelaskan pihak pengelola memberi tarif sewa sebesar Rp 125 juta. Selain itu pihak penyewa harus memberikan jaminan kerusakan senilai Rp 350 juta, yang dapat dikembalikan jika memang tidak terjadi kerusakan di stadion.
Persija sendiri memang melakukan persiapan yang terlambat jelang bergulirnya ISL musim 2009/2010. Salah satu klub ibukota itu baru sibuk berbenah memasuki bulan September 2009.
Sementara untuk latihan dalam persiapan pemain, Persija masih dipimpin oleh asisten pelatih Sudirman dan Tiastono Taufik. Beberapa pemain yang melakukan latihan bersama adalah muka-muka lama seperti Aris Indarto, Leo Saputra, Leonard Tupamahu, Ramdani Lestaluhu, Ismed Sofyan, M Ilham, Bambang Pamungkas, dan Aliyudin.
Untuk daftar beberapa muka-muka baru yang merapat ke klub juara Liga Indonesia 200/2001 adalah Roni Tri Prasnanto, Talaohu Abdul Musafri, Erick Setiawan, Salim Alaydrus dan M Yasir.[*/nov]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !