Senin, 28 Mei 2012 | 17:46 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Terima 'Soeharto', Golkar Basa-basi Berubah
Headline
Ray Rangkuti - inilah.com /Raya Abdullah
Oleh: Bayu Hermawan
web - Rabu, 2 September 2009 | 06:45 WIB
INILAH.COM, Jakarta - Partai Golkar yang membuka pintu pencalonan putra-putri mendiang mantan presiden Soeharto dalam bursa pencalonan Ketua Umum Partai Golkar. Langkah itu dinilai sebagai sikap basa-basi untuk berubah.

Menurut Direktur Eksekutif Ray Rangkuti perubahan yang dilakukan mantan Ketua Umum Partai Golkar Akbar Tanjung pasca reformasi akan menjadi sia-sia. "Perubahan ini hanya basa-basi dalam konteks untuk menyelamatkan diri dari tuntutan pembubaran Golkar pada masa itu," ujarnya kepada INILAH.COM di Jakarta, Rabu (2/9).

Ray mensinyalir, kehadiran Siti Hardiyanti Rukmana dan Hutomo Mandala Putra alias Tommy Soeharto memiliki misi khusus. Yakni membersihkan nama baik trah keluarga cendana dalam dunia politik.

"Sebab memang berat selama Tap MPR Nomor IX tidak dicabut, selama bayang-bayang Pak Soeharto sebagai rezim otoriter, maka akan sulit bagi keluarga cendana untuk masuk dunia politik," terangnya.

"Selain itu mengibakan sekali karena bagaimana mungkin Golkar yang susah payah menyebut dirinya bukan bagian dari Orba, justru welcome dengan kehadiran 2 tokoh ini," imbuh Ray yang juga mantan aktivis 1998 ini.

Praktis, menurut dia, hadirnya Tutut-Tommy telah menghilangkan semangat reformasi. Bahkan secara sadar atau tidak Golkar seperti tidak peduli dengan sindrom masyarakat terhadap Orba.

"Kalau sampai nanti satu diantara dua nama tersebut betul-betul menang, saya pikir pasti nanti Golkar akan berjuang untuk memulihkan nama baik pak Harto," terang mantan Sekjen KIPP ini.

Ray tidak membantah jika kemunculan Tutut-Tommy merupakan dorongan internal Partai Golkar. Karena, lanjut dia, harus diakui kader Golkar yang bisa menandingi sumber dana yang dimiliki Aburizal Bakrie alias Ical.

"Jadi mengundang keluarga cendana menjadi pilihan, tapi ini dasarnya bukan idealisme, namun lebih kepada dasar politik uang," tutur Ray. [jib]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
1 Komentar
Basi
Rabu, 2 September 2009 | 08:03 WIB
Bukannya dulu si tommy lagi kena kasus, kan sempet masuk DPO (Daftar Pencarian Orang).. Aneh, sekarang koq bisa terjun ke dunia politik yah.. emang Indonesia, Surganya bagi para kriminal (kelas coro maupun kelas Kakap)
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.