INILAH.COM, Jakarta - Dua orang blogger Azerbaijan menghadapi tuntutan lima tahun penjara karena memposting video keledai yang sedang memberikan konferensi pers. Tuntutan penjara itu bagian dari operasi pembatasan internet yang dilakukan oleh pecahan negara Uni Soviet itu.
Adnan Hajizade (26) dan Emin Milli (29), memasang video satir di YouTube, dan dikirimkan kepada Pemerintah dan media di Azerbaijan.
Video tersebut memperlihatkan seekor keledai yang di kelilingi oleh para wartawan yang mengangguk-angguk. Keledai tersebut menyindir kehidupan di Azerbaijan lewat penggambaran pemerintahan yang adil, dan dipimpin oleh binatang kaki empat tersebut.
Oleh dunia barat, hal ini dianggap sebagai sebuah teater politik. Tetapi pada 8 Juli, sesaat setelah video tersebut dirilis, Hajizade dan Milli ditangkap di sebuah restoran di ibukota Azerbaijan, Baku. Keduanya ditangkap dengan masa tahanan selama dua bulan sebelum pengadilan.
Mereka di jadwalkan unutuk menjalani persidangan pada tanggal 4 september di Baku. Pihak berwenang bersikeras bahwa tidak ada motif politis di balik penangkapan keduanya, akan tetapi hal ini ditakutkan akan menjadi tonggak awal dari pembatasan media-media baru dan pembangkang online.
Pengacara dari Hajizade dan Milli mengatakan mereka diserang oleh dua orang yang ditangkap atas tuduhan hooliganisme saat mereka mendatangi kantor polisi setempat untuk mengajukan pembelaan.
"Insiden ini sudah pasti bermotif politik. Klien saya tidak memukuli siapa pun, bahkan sebaliknya," ujar pengacara kedua korban, Isakhan Ashurov.
Hajizade, merupakan salah satu pendiri gerakan remaja OL (To Be) dan Milli, salah satu pendiri televisi online AN Network merupakan anak aktivis oposisi yang berpendidikan barat. Mereka sedang gencar-gencarnya berkampanye kepada kaum muda lewat internet mengkritisi pemerintah Azerbaijan.[ito]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !