INILAH.COM, Jakarta - Rapat internal Panitia Anggaran DPR Rabu malam telah memutuskan beberapa indikator dalam APBN 2010 untuk disepakati bersama pemerintah pada Kamis siang ini seperti soal pertumbuhan ekonomi, total penerimaan negara, subsidi BBM dan subsidi listrik.
Hal itu dikatakan Koordinator Panja Asumsi, Pendapatan, defisit dan pembiayaan Panitia Anggaran DPR, Harry Azhar Azis, di Jakarta Kamis (3/9). "Rapat internal Panggar, Rabu malam (2/9) akan diajukan pada Raker dengan pemerintah (hari ini)," katanya.
Pembahasan dalam internal Panitia Anggaran telah menyepakti pertumbuhan ekonomi 5.5%, inflasi 5%, nilai tukar Rp10,000, SBI 6,5%, harga minyak $65 per barel (dalam RAPBN 2010 sebesar $60), lifting 965 ribu barel pe hari, PDB Rp6,078 triliun (dalam RAPBN 2010 sebesar Rp 6,050 triliun).
Untuk total penerimaan Rp948,2 triliun (dalam RAPBN 2010 sebesar Rp 910,1 triliun), tax ratio 12,2% (dalam RAPBN 2010 sebesar 12,1%), Peneriman Dalam Negeri Rp715,5 triliun (dalam RAPBN 2010 sebesar 702 triliun), Penerimaan Perdagangan Internasional Rp27,2 triliun (dalam RAPBN 2010 sebesar 27,1 triliun), PNPB Rp205,4 triliun (dalam RAPBN 2010 sebesar Rp 180,9 triliun).
Penerimaan ini terdiri dari Penerimaan SDA Migas Rp120,5 triliun (dalam RAPBN 2010 sebesar Rp 101,3 triliun), SDA non migas Rp11,5 triliun (dalam RAPBN 2010 sebesar Rp 10,2 triliun), Divden BUMN Rp24 triliun (dalam RAPBN 2010 sebesar Rp 23 triliun), PNBP lain Rp39,9 triliun (dalam RAPBN 2010 sebesar Rp 36,7 triliun), dan untuk pendapatan BLU Rp9,5 triliun (dalam RAPBN 2010 sebesar 9,7 triliun), Hibah Rp1,5 triliun (dalam RAPBN 2010 sebesar Rp 1,4 triliun).
Sedangkan besaran subsidi BBM dan Bio BBM Rp57,4 triliun (dalam RAPBN 2010 sebesar Rp 49,3 triliun) terdiri dari premium/bio premium Rp24,3 triliun (dalam RAPBN 2010 sebesar Rp 19,3 triliun), minyak tanah Rp12,5 triliun (dalam RAPBN 2010 sebesar Rp 11,8 triliun), solar/bio solar Rp20,6 triliun (dalam RAPBN 2010 sebesar Rp 18,3 triliun).
Sementara untuk subsidi listrik Rp37,8 triliun (dalam RAPBN 2010 sebesar Rp 40,4 triliun). Untuk besaran defisit Rp98 triliun (dalam RAPBN 2010 sebesar 1,6% PDB), perincian pembiayaan sama RAPBN 2010. [hid]