INILAH.COM, Jakarta - Pinjaman sindikasi konsorsium Bank BNI sebesar US$90 juta untuk pembangunan PLTP Patuha akan cair pada kuartal I 2010.
"Perjanjian kredit akan dilakukan pada Oktober tahun ini, kemudian baru dicairkan sekitar kuartal pertama tahun depan," kata Direktur Utama Geo Dipa Energy, Praktimia Semiawan, di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Kamis (3/9).
Menurutnya, komitmen pinjaman sindikasi perbankan untuk pembangunan PLTP Patuha sebesar 55 MW itu menelan biaya US$143 juta. "Pembiayaan perbankan mencapai 90 juta, sisanya dari dana internal," katanya.
Ia menambahkan, BNI berperan sebagai pemimpin sindikasi PT Bank Mandiri dan PT Bank Rakyat Indonesia. Menurutnya, pencairan pinjaman untuk anak perusahaan Pertamina dan PLN ini akan dilakukan bertahap sesuai dengan proses konstruksi.
"Akhir tahun ini proses EPC (Engineering Procurement Construction) diharapkan selesai. Sehingga awal tahun 2010 sudah ground breaking (pemancangan tiang)," ujar Praktimia.
Dengan asumsi proses pembangunan memakan waktu 18 bulan, maka Geodipa yang berlokasi di Patuha, Jawa Barat ini efektif beroperasi pada 2011. "Setelah Patuha selesai, kita akan membangun PLTP Patuha unit 1 dan 2, serta dua unit PLTP Dieng," katanya.
Secara keseluruhan pembangunan 5 PLTP tersebut bagian dari proyek percepatan (fast track) penyediaan listrik 10.000 MW tahap II, dimana sebesar 4.733 MW dihasilkan dari energi panas bumi.
Terkait harga penjualan listrik PLTP Patuha tersebut, Praktimia melanjutkan sedang direview. "Kita berharap harga per Kwh listrik Patuha sebesar 7 sen dolar AS, sehingga kita punya modal untuk mengembangkan PLTP berikuitnya," katanya. [*/cms]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !