Minggu, 27 Mei 2012 | 07:39 WIB
Follow Us: Facebook twitter
IHSG: Cermati Tambang & Perbankan
Headline
inilah.com /Dokumen
Oleh: Asteria dan Natascha
web - Jumat, 4 September 2009 | 06:43 WIB
INILAH.COM, Jakarta Peluang penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Jumat (4/9) masih terbuka. Investor disarankan trading day dengan saham-saham ANTM, ADRO, PTBA, INDY, PGAS, BMRI dan BDMN.
Analis Citi Pacific Securities Hendri Effendi mengatakan, IHSG masih berpeluang menguat secara teknikal setelah pada perdagangan kemarin menembus level 2.320, yang mengkonfirmasi adanya peluang penguatan.
Reboundnya bursa regional juga memberi sentimen positif terhadap IHSG, kata Hendri Effendi, kepada INILAH.COM, di Jakarta, Kamis (3/9) petang. Menurutnya, IHSG cenderung mengikuti pergerakan bursa kawasan, karena minimnya sentimen positif di psar domestik. Apalagi Bank Indonesia (BI) menahan suku bunga acuannya di level 6,5%.
Sementara itu, data pengangguran bulanan AS yang akan dirilis malam ini, diperkirakan akan menunjukkan hasil yang lebih baik dari ekspektasi pasar. Kondisi ini mengindikasikan bahwa secara fundamental, kondisi ekonomi AS sudah membaik.
Di tengah situasi ini, investor disarankan trading jangka pendek, menggunakan perhitungan berbasis teknikal. Beberapa saham yang direkomendasikan adalah saham komoditas yang sensitif terhadap pergerakan indeks.
Seperti saham PT Aneka Tambang (ANTM), ADRO, PT Bukit Asam (PTBA), PT Indika Energy (INDY) dan PT Perusahaan Gas Negara (PGAS). Harga emiten-emiten ini masih cukup murah. Investor bisa akumulasi, tandasnya.
Sedangkan saham sektor perbankan juga dianggap menarik dengan semakin kondusifnya ekonomi Indonesia, dimana pada 2010 pertumbuhan ekonomi Indonesia diperkirakan bisa mencapai 5,5%.
Saham perbankan pilihan Hendri adalah PT Bank Mandiri (BMRI) dan PT Bank Danamon (BDMN). Menurutnya, BMRI masih diuntungkan dengan kenaikan kredit infrastruktur. Sedangkan BDMN diuntungkan kebijakan pemerintah yang mewajibkan 14 bank besar untuk menurunkan suku bunganya.
Pasalnya, emiten ini mempunyai cukup banyak kredit berbunga tetap (fixed rate lending), Sehingga meskipun suku bunga dan cost of fund turun, BDMN masih dapat mencatatkan NIM (net interest margin) yang positif, paparnya.
Pada perdagangan Kamis (3/9), IHSG ditutup menguat 36,321 poin (1,59%) ke level 2.322,246. Perdagangan mencatat volume transaksi 6.183 juta lembar saham, senilai Rp 4,072 triliun dengan frekuensi 86.527 kali. Sebanyak 184 saham naik, 35 saham turun, 43 saham stagnan.
Emiten-emiten yang mengalami kenaikan terbesar antara lain PT Astra Agro Lestari (AALI) menguat Rp 400 menjadi Rp 20.700, PT Indofood (INDF) naik Rp 175 menjadi Rp 2.775, serta PT Telekomunikasi Indonesia (TLKM) naik Rp 150 menjadi Rp 8.400,
Saham sektor tambang yang menguat antara lain PT Indo Tambangraya Megah (ITMG) terangkat Rp 450 di posisi Rp 23.450, dan PT Bayan Resources (BYAN) yang naik Rp 250 ke level Rp 5.750, PT Bumi Resources (BUMI) naik Rp 175 menjadi Rp 2.900, PT Bukit Asam (PTBA) naik Rp 150 menjadi Rp 12.750, PT International Nickel (INCO) naik Rp 100 menjadi Rp 4.300, dan PT Aneka Tambang (ANTM) naik Rp 75 menjadi Rp 2.275.
Sedangkan beberapa emiten yang melemah antara lain PT Astra International (ASII) turun Rp 250 menjadi Rp 29.050, PT Lippo Karawaci (LPKR) turun Rp 10 menjadi Rp 660, PT Ciputra Development (CTRA) turun Rp 10 menjadi Rp 740. [E1]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.