Minggu, 27 Mei 2012 | 07:39 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Didu: Margin PLN 5%, Tarif Naik 20%
Headline
Said Didu - ist
Oleh: Makarius Paru
web - Jumat, 4 September 2009 | 06:15 WIB
INILAH.COM, Jakarta - Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) seolah tak berdaya mendengar putusan panitia anggaran (Panggar) margin PT PLN (Persero) 5%. Karenanya kenaikan tarif listrik 20% khusus pelanggan industri harus segera terealisasi.

Demikian dikatakan Sekretaris Kementerian BUMN, Mohamad Said Didu kepada wartawan di Gedung DPR-RI Senayan, Jakarta, Kamis (3/9). "Tidak ada pilihan lain selain menaikkan tarif listrik sampai 20% untuk pelanggan industri. Kebijakan subsidi harus dirubah," jelasnya.

Said melanjutkan, selama ini hampir semua pelanggan dikenakan subsidi. Akhirnya PLN tidak bisa melakukan investasi untuk peningkatan kapasitas jaringan.

Tambahnya sejak tahun 2004 yang lalu, tarif listrik PLN tidak pernah naik, padahal ongkos produksi terus meningkat. Praktis PLN tidak bisa berinvestasi sama sekali.

Secara terpisah, Wakil Ketua Komisi VII DPR fraksi Demokrat, Sutan Bhatugana menilai keputusan panggar belum putusan final. Putusan finalnya ada di komisi teknis, karenanya pekan depan komisi VII akan menjadwalkan lagi pembahasan soal margin usaha PLN.

Sebagai tambahan, Komisi VII DPR, selaku komisi teknis yang menangani subsidi PLN bisa saja terpukul dengan penetapan panggar, karena usulan margin 8% sebenarnya muncul dari Komisi VII.

Penetapan margin usaha 8% yang diberikan komisi VII bukan tanpa pertimbangan, tetapi sudah melewati pembahasan yang mendalam di internal Komisi VII DPR. [hid]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.