INILAH.COM, Jakarta - Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) merencanakan bakal melelang PT Kertas Kraft Aceh (KKA) demi mendapatkan dana sekitar US$60 juta agar supaya KKA bisa beroperasi normal. Proses lelang bakal dilakukan sebelum tanggal 20 Oktober mendatang.
Demikian dikatakan Sekretaris Kementerian BUMN Mohamad Said Didu kepada wartawan ketika ditemui di Gedung DPR Jakarta, Kamis (3/9). "Untuk menghidupkan kembali PT KKA perlu dana sekitar US$60 juta, makanya KKA akan dilelang, jadwalnya sesegera mungkin sebelum tanggal 20 Oktober mendatang," katanya.
Menurut Said proses lelang KKA akan sangat bagus mengingat dana yang diperlukan cukup besar. "Sudah ada investor yang siap mengambil kesempatan tersebut. Prosesnya akan seperti Semen Kupang yang sudah berhasil dihidupkan lagi," tukasnya.
Sementara dana yang dikucurkan pemerintah sebelumnya sekitar Rp 120 Miliar, menurutnya masih belum cukup untuk menghidupkan kembali perusahaan. Makanya opsi lelang bisa diambil untuk mendapatkan tambahan dana.
Sebelumnya, Direktur Utama PT Perusahaan Pengelolah Aset (PPA) Boyke Mukijat mengemukakan dana yang diperlukan untuk menghidupkan kembali KKA sekitar US$60 juta. Adapun dana tersebut nantinya dipakai untuk keperluan bahan baku, seperti membeli gas untuk menghidupkan perusahaan. [hid]